Sejalan dengan Visi BRIN Optimalkan Limbah Sawit, PTPN IV PalmCo Terus Akselerasi Pemanfaatan POME sebagai Energi Terbarukan

oleh -13 Dilihat
img 20261108 wa0113

JAKARTA,Revolusinews.co.m – Potensi pemanfaatan limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) sebagai sumber energi alternatif di Indonesia semakin mendapat perhatian strategis. Baru-baru ini, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria, melaporkan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Negara mengenai besarnya potensi limbah industri kelapa sawit untuk dikonversi menjadi energi listrik dengan kapasitas mencapai 3,9 Gigawatt (GW).

“Terkait potensi energi masa depan. Tadi kami juga melaporkan kepada Bapak Presiden sejumlah potensi energi yang dapat dikembangkan, salah satunya melalui pemanfaatan limbah sawit menjadi biogas,” ujar Arif Satria.

Berdasarkan data yang dihimpun, potensi POME dari sisa pengolahan tandan buah segar (TBS) di seluruh Indonesia mencapai sekitar 229,9 juta meter kubik per tahun. Arif mendorong pemanfaatan limbah tersebut untuk terus dikembangkan menjadi sumber energi alternatif agar tidak memperburuk efek rumah kaca dari pelepasan gas metana.

“Hal yang lebih penting adalah bagaimana biogas tersebut dapat dikonversi dan disimpan dalam tabung gas,” tambahnya.

Visi strategis transisi energi dari limbah sawit yang dikemukakan oleh BRIN tersebut sejatinya telah diimplementasikan secara oleh PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV PalmCo) sejak tahun 2012. Sebagai salah satu perusahaan perkebunan milik negara, PalmCo terus melakukan ekspansi pemanfaatan limbah gas metana dari POME untuk menurunkan emisi sekaligus menghemat biaya operasional pabrik.

Pemanfaatan POME di lingkungan PTPN bermula ketika PTPN V (kini PTPN IV PalmCo Regional III) memelopori pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Tandun di Riau pada 2012. Proyek pionir ini bahkan telah mendapat pengakuan internasional dengan meraih ASEAN Energy Awards pada tahun 2014 untuk kategori Off-Grid Power. Kesuksesan tersebut kemudian direplikasi melalui peresmian PLTBg Terantam pada periode 2019–2020, yang kini telah beroperasi secara optimal.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa gagasan strategis yang didorong oleh pemerintah melalui BRIN merupakan momentum positif bagi industri kelapa sawit nasional untuk mengelola operasional yang lebih ramah lingkungan.

“Upaya mengonversi limbah cair sawit menjadi energi alternatif telah menjadi bagian penting dari perjalanan transformasi PTPN IV PalmCo selama lebih dari satu dekade. Fokus utama dari inisiatif ini adalah mereduksi pelepasan emisi gas metana, sekaligus mendorong efisiensi perusahaan secara nyata. Melalui optimalisasi fasilitas PLTBg dan inisiatif co-firing, penggunaan bahan bakar solar untuk operasional genset pabrik dapat terus kami tekan hingga ke titik paling minimal,” jelas Jatmiko.

Implementasi pengolahan limbah POME saat ini pun diperluas secara masif melalui program Biogas Co-firing (PTBg). Berbagai fasilitas mutakhir terus dikembangkan, di antaranya melalui proyek Biogas Cofiring Lubuk Dalam yang dimiliki oleh PTPN IV, serta instalasi co-firing baru di wilayah Regional III seperti PKS Sei Rokan yang mulai beroperasi pada akhir 2025.

Inisiatif transformasi energi ini tidak hanya berkontribusi pada pencapaian target penurunan emisi (proyek karbon), tetapi juga menghadirkan efisiensi langsung pada beban produksi operasional. Konversi limbah ini tercatat mampu menghemat biaya energi hingga puluhan miliar rupiah dan menekan konsumsi solar hingga jutaan liter di tengah gejolak harga bahan bakar global.

Menjawab tantangan dari Kepala BRIN terkait upaya penyimpanan biogas ke dalam tabung, PTPN IV PalmCo bersama BRIN saat ini juga tengah mengkaji pengembangan Bio-Compressed Biomethane Gas (Bio-CBG) berbasis limbah sawit. Kajian teknologi ini diproyeksikan dapat mengolah gas limbah sawit menjadi energi alternatif yang memiliki fungsi layaknya LPG, sekaligus mengukuhkan komitmen PalmCo dalam mendukung pilar ketahanan energi nasional.(red)

No More Posts Available.

No more pages to load.