PEMALANG, Revolusinews.com – Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang menggelar rapat koordinasi bertema Pengembangan Desa B2SA DAK Non Fisik Tahun 2025 sebagai bagian dari pendampingan program ketahanan pangan nasional TPPK di tingkat desa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Kantor Desa Panjunan, Kecamatan Petarukan, Selasa (16/12/2025).
Rapat koordinasi ini merupakan salah satu agenda pendampingan bagi desa-desa penerima program B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman). Desa Panjunan menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan yang diikuti sekitar 30 peserta dari unsur kader PKK setempat.
Kegiatan dimulai sekitar pukul 13.00 WIB hingga selesai. Rapat koordinasi ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang dilaksanakan di tiga desa berbeda di wilayah Kecamatan Petarukan.

Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang, Kiky, didampingi staf, Kepala Desa Panjunan Harno, Sekretaris Desa Panjunan Iskandar, serta jajaran pengurus dan kader PKK Desa Panjunan dari berbagai dusun.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Panjunan Harno menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai lokasi rapat koordinasi. Ia berharap program B2SA mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola konsumsi pangan yang sehat dan seimbang, dengan dukungan aktif dari para kader PKK.
Sementara itu, Kiky dari Dinas Pertanian Kabupaten Pemalang menjelaskan bahwa pengembangan Desa B2SA melalui DAK non fisik tahun 2025 difokuskan pada edukasi dan pendampingan masyarakat. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, PKK, dan pemangku kepentingan lainnya agar program dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Desa Panjunan Iskandar mengajak seluruh kader PKK untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh dan mengimplementasikan materi yang diterima dalam kehidupan sehari-hari. Ia menilai kader PKK memiliki peran strategis sebagai ujung tombak sosialisasi program B2SA kepada masyarakat luas.












