SERANG, Revolusinews.com – Masyarakat kampung Bandung ramai berseteru terkait adanya proyek swasta yang akan membangun sebuah perusahaan di kampung Bandung Kecamatan Bandung Kabupaten Serang Banten pada Jumat, (31/5/2024).
Kekisruhan bermula dari adanya sebuah proyek namun desas-desus di masyarakat terjadi adanya dugaan terima suap oleh Pj Kepala Desa Bandung dan warga tidak terima dengan kelakuan Pj tersebut.
Masyarakat menilai, Pj Kepala Desa Bandung tidak mencerminkan sebagai seorang pemimpin, bahkan dirinya tidak mau bermasyarakat seperti warga pada umumnya.
Sejak ada proyek sebuah perusahaan tersebut, jadi menimbulkan polemik, kekisruhan serta keresahan bagi masyarakat kampung Bandung.
Hingga para tokoh masyarakat beserta ormas seperti KKPMP dan LPK MP turut mendatangi ke Kecamatan Bandung untuk menolak Pj bertugas di Desa Bandung.
” Tuntutannya jelas, menolak Pj tersebut untuk melanjutkan memimpin di Desa Bandung sampai masanya berakhir karena kami menilai dia telah gagal menjadi seorang pemimpin.
Apalagi dia, yang tidak mau bergaul dan berbaur dengan masyarakat, bahkan patut diduga dia telah menerima suap dan dirinya mudah menerima iming-iming untuk memperkaya diri sendiri dengan mengabaikan kemaslahatan masyarakat dan warganya,” ujar seseorang yang tidak mau disebut namanya.
Dengan di dampingi para tokoh masyarakat dan dari ormas KKPMP serta LPK MP mendatangi Kecamatan Bandung menuntut agar Pj Kepala Desa Bandung ditarik kembali bertugas di Kecamatan dan tidak lagi memimpin sebagai Pj di Desa Bandung karena masyarakat menilai dirinya telah gagal jadi Pj di Desa Bandung
” Masyarakat Desa Bandung menuntut pihak Kecamatan agar saudara Pj di berhentikan memimpin di Desa Bandung dan ditarik kembali bertugas di Kecamatan seperti sebelumnya, karena dinilai masyarakat dirinya telah gagal jadi pemimpin di Desa Bandung yang tidak mampu bersosialisasi serta tidak bisa mengayomi warganya hingga terjadi adanya kekisruhan dan polemik di masyarakat,” ujar Kobar ketua LPK MP.












