TANGERANG, Revolusinews.com – Kampung Ekowisata Keranggan yang berlokasi di Jl. Lingkar Selatan Kecamatan Setu Tangerang Selatan terus mengembangkan kemampuan potensi diri dan kreatifitas dalam menyingkapi berbagai tantangan.
Dalam waktu singkat dan beruntun Ekowisata diterjang ombak dan badai diantaranya seperti jalan menuju Ekowisata ditutup, jalan menuju dermaga susur sungai dilobangi sehingga kendaraan mobil tidak bisa lewat, area Ekowisata Keranggan juga dipastikan akan digunakan untuk PDAM Tangsel.
Berkat koordinasi yang baik, sudah dibuatkan jalan baru untuk menuju Ekowisata, jalan menuju dermaga susur sungai telah mendapat bantuan dari Pemda Tangsel dengan membuat jalan baru, waktu pengerjaan Oktober-Desember 26, sedangkan pelaksanaan POR Dayung se Banten di area Ekowisata Keranggan dan bantaran sungai Cisadane sudah dimulai sejak 11-21 November 26.
Bowo S. Peno salah satu tim Ekowisata dalam acara sosialisasi di Cafe Cisadane pada hari Selasa 03/11/26, menjelaskan bahwa Ekowisata Keranggan sudah terbiasa dengan dimensi spiritual motivation, resiliensi motivaton, out of the box dan draam book.
“Resiliensi adalah kemampuan mental seseorang untuk bangkit kembali, beradaptasi, dan pulih dari situasi sulit, tekanan, trauma, kegagalan, atau tragedi dalam hidup, sedangkan out of the box adalah ide yang tidak terpikir oleh orang lain tapi kita bisa menyampaikan ide gagasan yang tentunya bisa di implementasikan,” jelasnya.
Sedangkan makna dream book adalah keinginan yang besar yang harus dicapai melalui proses dan perjuangan, untuk itu kita semua harus terbiasa mengembangkan dream book agar ide gagasan bisa tercapai.
“Dalam waktu dekat kita akan membuat area aquaponik dan bellphonik sebagai salah satu kegiatan untuk teman teman kita disabilitas yang di Ekowisata Keranggan, sedangkan jangka panjang kita akan membuat hidroponik, pusat pelatihan dan edukasi urban farming, saat ini belum tergambar dananya dari mana, semoga nanti ada donasi ataupun hibah yang masuk,” jelas Bowo sambil tersenyum.
Kemudian Bowo menambahkan, bahwa tim sedang menyusun program “Wisata Alam” yang terdiri 4 kelompok ; Gold (lansia), Platinum (dewasa), Emerald (remaja) dan Bikers, paket kegiatan antara lain ; susur sungai, achery, Jelajah Kampung, home industri dan fun games.
Sementara itu Abdul Basyith Sekretaris Pokdarwis Ekowisata Keranggan juga memaparkan bahwa area ini akan digunakan untuk PDAM , namun sampai waktunya Ekowisata di relokasi, area ini tetap bisa digunakan dan dimanfaatkan.
“Khusus zone 1 boleh dimanfaatkan namun tidak boleh dikembangkan, sedangkan zone 2 dan 3 yang masih berbentuk kebun boleh di kembangkan, saat ini sudah di bersihkan dan akan kita buat arena bermain
rintangan dan ketangkasan dengan ban mobil bekas,” kata Basyith.
Acara ditutup dengan pembentukan tim aquaponik yang bertanggung jawab untuk membuat desaign, RAB, kebutuhan bahan baku dan target date pengerjaan.






