CILACAP, Revolusinews.com – Akibat dilahap si jago merah rumah sebuah bangunan rumah ludes terbakar milik Slamet Riyadi (55) warga RT 02/RW 09 Dusun Bendagede, Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah terjadi pada Jumat (23/82024) pukul 05.00 WIB.
Slamet Riyadi selaku korban/pemilik rumah menjelaskan, bahwa saat kejadian dirinya sedang tak ada di rumah dan tidak mengetahui, karena pada pas kejadian dirinya tidak ada di rumah, tetapi di Desa Kalikudi, Maos sedang buara (gembala) bebek.

“Saya pulang sampai rumah pukul 05.30 WIB, dan mendapati bangunan rumah seisinya sudah habis terbakar api, kerugian diperkirakan mencapai Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah). Harapannya pemerintah secepatnya untuk segera membantu kami,” harap Slamet Riyadi korban kebakaran.
Sementara, saat itu, Jamilah (52) istri Slamet berencana ingin menunaikan sholat subuh, dan sudah biasa ketika bangun ia menuju dapur untuk mengambil air wudhu. Saat mau mengambil air dirinya kaget melihat api sudah membakar dinding dapur rumahnya. Mendapati peristiwa itu ia kemudian meminta tolong ketua RT.
Diminta tolong warganya, Ahmad Rofiq selaku ketua RT lalu memanggil warga lain guna membantu memadamkan api yang membakar rumah korban. Dengan alat seadanya warga berusaha memadamkan api, namun akibat api terlanjur besar api sulit dipadamkan. Sekitar pukul 05.30 WIB api dapat mereda namun bangunan rumah berikut isinya tak bisa diselamatkan, semua ludes, habis tak tersisa.
Atas laporan pihak desa, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Pos Sidareja datang ke lokasi guna memadamkan sisa api yang membakar. Selang beberapa menit api yang membakar bisa dapat dijinakan. Pasca kebakaran warga bergotong royong membersihkan puing-puing sisa rumah yang terbakar.
Tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran, korban mengalami kerugian materil berupa rumah material kayu ukuran 7,8 X 8,5 meter, dapur ukuran 7 X 9 meter, Satu unit motor trail kecil merk Honda, 8 kwintal padi, 1 kwintal kacang ijo, 1 unit kulkas, 4 unit lemari, 2 unit sepeda onthel.
Perabot rumah tangga, 1 buah unit TV, Emas seberat 33 gram, Uang sebanyak Rp. 1.800.000, Surat-surat penting berupa 3 buah BPKB, Sertifikat tanah 2 lembar, Dokumen ijazah SD, SMP atas nama Anis Sri Wahyuni, Buku raport atas nama Krisna Rizky Ganendra Wijaya, serta 8 ekor ayam. Dalam musibah kebakaran, total kerugian ditaksir hingga mencapai Rp. 150.000.000 (seratus lima puluh juta rupiah).
Saat dikonfirmasi, Ahmad Rofiq, ketua RT 02/RW 09 mengatakan, bahwa dugaan sementara kebakaran diakibatkan oleh korsleting listrik.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran, akibat korsleting listrik. Awal mengetahui api sudah membesar, sehingga kami tidak bisa menyelamatkan,” katanya.
“Dalam peristiwa tak ada korban jiwa, bangunan rumah dan seisinya habis ludes terbakar, tak ada sisa. Ada dua sepeda motor yaitu 1 unit motor Beat dan 1 unit motor CBR, Alhamdulilah masih berhasil diselamatkan, dan untuk korban sendiri, saat ini menumpang dan tinggal di rumah saudara,” ujar Ahmad Rofiq, ketua RT.
Harapan dan himbauan disampaikan Kepala Dusun (Kadus) Dusun Bendagede, di situasi saat ini warga diminta agar untuk berhati-hati.
“Kami menghimbau kepada warga untuk selalu berhati-hati. Kejadian yang menimpa diduga akibat korsleting listrik, ditambah lagi kondisi saat ini yakni musim kemarau,” himbaunya.
“Harapan kami, dengan kejadian ini korban secepatnya mendapat perhatian. Kepada pihak-pihak baik Pemerintah Desa, PMI dan pihak-pihak yang lain dimohon secepatnya untuk memberikan bantuan kepada korban,” tandas Kadus Bendagede.












