BEKASI, Revolusinews.com – PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (PT CTP Tollways) mendukung upaya pengelolaan sampah sungai yang berkelanjutan melalui fasilitasi operasional teknologi barrier di Kali Jambe dan Sungai Bekasi, Kabupaten Bekasi. Dukungan ini diwujudkan melalui pemberian izin penggunaan lahan serta penyediaan akses menuju lokasi operasional sebagai bagian dari kolaborasi multipihak dalam menjaga lingkungan dan kualitas sumber daya air.
Kegiatan sosialisasi operasional barrier dilaksanakan pada 28-31 Juli 2026 di tiga lokasi di Kabupaten Bekasi, yaitu Kecamatan Tambun Utara, Kecamatan Tambun Selatan, dan Kecamatan Cibitung dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, mitra operasional, serta masyarakat sekitar. Selain itu, rencana kegiatan tersebut juga sudah dilakukan diskusi dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi, yang diwakilkan Bapak Endin Samsudin, selaku Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi pada 05 Agustus 2026 di Kantor Pemerintahan Kabupaten Bekasi di Cikarang Pusat.
Program ini merupakan bagian dari inisiatif bersama dengan The Ocean Cleanup sebagai penyedia teknologi, Waste4Change sebagai mitra operasional lokal, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi sebagai regulator dan pemimpin operasional. Kehadiran teknologi barrier di Kali Jambe diharapkan mampu mencegah sampah mengalir ke Teluk Jakarta, mengurangi timbulan sampah di sungai, serta mendorong pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT CTP Tollways, Derry Febrian Putra, menyampaikan bahwa keterlibatan perusahaan dalam program ini merupakan bentuk komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“Sebagai bagian dari infrastruktur strategis nasional, PT CTP Tollways tidak hanya berfokus pada pelayanan jalan tol, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung kelestarian lingkungan. Dukungan terhadap operasional barrier di Kali Jambe merupakan wujud nyata kontribusi kami dalam pengendalian sampah sungai dan perlindungan ekosistem pesisir,” ujar Derry.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa seluruh kegiatan operasional barrier tetap mengedepankan aspek keselamatan pengguna jalan tol serta perlindungan terhadap aset perusahaan.
“Dalam implementasinya, kami memastikan bahwa operasional barrier tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan tol. Kolaborasi ini juga menegaskan pentingnya sinergi antara sektor
infrastruktur, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan solusi lingkungan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui kolaborasi ini, PT CTP Tollways berharap program pengelolaan sampah sungai dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan, khususnya dalam mendukung upaya nasional pengurangan sampah plastik yang masuk ke laut.






