TANGERANG, Revolusinews.com – Target pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 5% dinilai memerlukan terobosan kebijakan dan strategi non-konvensional di tengah ketidakpastian global, risiko geopolitik, serta gangguan rantai pasok.
Pandangan tersebut mengemuka dalam forum diskusi ekonomi dan pasar modal hasil kolaborasi IDX Channel dan Ikatan Alumni Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (Iluni MMUI) yang dilaksanakan pada hari jum’at ( 30/01/2026 ).
Bertempat di Jakarta, Main Hall Bursa Efek Indonesia.
Diskusi ini menghadirkan ekonom, pelaku industri, dan pasar modal untuk membahas mesin pertumbuhan ekonomi baru serta strategi portofolio investasi 2026.
Sejumlah tokoh nasional hadir sebagai nara sumber, di antaranya – Chief Economist Bank Mandiri Andri Asmoro- Direktur Eksekutif AEI Gilman Pradana- Chairman of Apindo Shinta Kamdani – CIO BRI Managemen Investasi Herman Tjahyadi.
Para narasumber menilai pertumbuhan di atas 5% semakin sulit dicapai dengan pendekatan konvensional, seiring kejenuhan komunitas bisnis dan meningkatnya tekanan eksternal terhadap perekonomian nasional. sehingga diperlukan inovasi kebijakan, pembaruan strategi investasi, serta penguatan sinergi antara sektor industri dan pasar modal. Diversifikasi portofolio, perluasan basis investor, dan pengelolaan risiko geopolitik menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ke depan.
Diskusi juga menyoroti bahwa strategi portofolio 2026 harus disesuaikan dengan dinamika makroekonomi global, termasuk volatilitas pasar dan ketidakpastian pasokan. Optimalisasi peran pasar modal diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi sekaligus mendukung target pertumbuhan jangka menengah.
Selain sebagai forum diskusi, kegiatan ini menjadi platform pembelajaran dan penguatan jejaring alumni Iluni FEBUI dan MMUI serta pelaku usaha dan bisnis. Kolaborasi lintas institusi ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis yang aplikatif serta mendorong kontribusi nyata dunia usaha dan akademisi dalam pembangunan ekonomi nasional.












