Kepsek SMAN 1 Pamarayan Klarifikasi Soal Tasyakuran Kelas XII

oleh -321 Dilihat
oleh
img 20260524 wa0005 11zon

SERANG, Revolusinews.com – Menanggapi pemberitaan yang beredar  terkait dugaan penyelenggaraan pelepasan siswa secara mewah, Rochmat Wirandanubrata selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Pamarayan memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan, Sabtu (23/05/2026).

Rochmat Wirandanubrata menegaskan, bahwa sekolah tidak pernah menyelenggarakan perpisahan ataupun wisuda mewah, melainkan hanya tasyakuran, kelulusan sederhana sebagai ungkapan rasa syukur atas kelulusan siswa kelas XII.

“Kegiatan dilaksanakan di halaman sekolah dengan fasilitas seadanya. Menggunakan kursi plastik sederhana berwarna hijau yang sudah kusam dan banyak flek hitam pada bagian sandarannya, panggung biasa tanpa dekorasi taman, tanpa tata cahaya khusus, serta tenda hajatan standar sebagaimana lazim di gunakan pada kegiatan sederhana di masyarakat.

Jika melihat kondisi ril kegiatan, sangat jauh dari kesan mewah, sebagai mana di beritakan unsur kemewahan nya di mana, “ucap Rochmat.

img 20260524 wa0006 11zon

img 20260524 wa0007 11zon

Sementara itu ketua komite sekolah Maman Rohman S,Pd, menjelaskan bahwa  “Kegiatan tersebut merupakan aspirasi siswa yang di fasilitasi komite sekolah, dengan kepanitiaan diketahui oleh perwakilan orang tua siswa, seluruh teknis pelaksanaan dan pembiayaan telah melalui, musyawarah bersama antara panitia dan komite dan orang tua wali murid, dalam hal ini sekolah hanya menyediakan tempat pelaksanaan kegiatan saja,” ujar Maman.

Lebih lanjut Maman memaparkan bahwa pihak sekolah memastikan pelaksanaan kegiatan telah sesuai dengan, surat edaran terkait larangan wisuda, yakni tidak bersifat wajib dan merupakan hasil kesepakatan musyawarah antara komite, sekolah dan orang tua siswa.

“Terkait isu adanya penebusan ijazah sebesar Rp 180 000 ribu, kami menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan kebijakan penebusan ijazah dengan nominal tertentu,” tendasnya.

Hal senada di sampaikan ketua panitia, Nurdadi, yang menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan pada siswa maupun orang tua wali murid, untuk mengikuti kegiatan, kehadiran sepenuhnya bersifat sukarela dan siswa yang mengikuti 91 % dari jumlah keseluruhan.

“Dengan klarifikasi ini pihak SMAN 1 Pamarayan berharap masyarakat memperoleh informasi yang utuh, objektif dan tidak terpengaruh, oleh pemberitaan yang belum terverifikasi secara menyeluruh,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.