ENREKANG, RevolusiNews.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Enrekang sepanjang Rabu malam hingga Kamis pagi (30/04/2026), memicu bencana tanah longsor di Dusun Tondon, Desa Tokkonan. Material tanah tebal menutupi seluruh badan jalan utama yang menjadi akses vital bagi warga menuju Dusun Sarong dan ibu kota kecamatan.
Akibat kejadian ini, mobilitas warga sempat lumpuh total. Berkat aksi gotong royong yang dilakukan masyarakat setempat, sebagian material tanah berhasil disingkirkan secara swadaya. Saat ini, jalur tersebut sudah bisa dilalui oleh kendaraan roda dua dan pejalan kaki, namun kendaraan roda empat masih belum bisa melintas.
Salah seorang warga Dusun Tondon, Boyong, mengungkapkan kekhawatirannya atas kondisi tersebut. Ia menyebutkan bahwa upaya pembersihan manual yang dilakukan warga bersifat sementara. Pihaknya sangat khawatir akan adanya longsor susulan yang dapat menutup jalan sepenuhnya dan menyebabkan dusun mereka terisolasi.
“Kami berharap pemerintah segera melakukan penanganan cepat. Material sisa longsor masih sangat rawan, dan jika tidak segera ditangani secara profesional, kami takut akses akan terputus total,” ujar Boyong melalui sambungan telepon.
Ancaman bagi Sektor Pendidikan dan LogistikTerputusnya akses jalan ini menimbulkan kekhawatiran serius bagi operasional pendidikan dan ekonomi warga. Terdapat SD Negeri 60 Tondon yang lokasinya berada di jalur tersebut. Mengingat sebagian besar siswa dan tenaga pengajar berasal dari luar dusun (ibu kota kecamatan), keterlambatan penanganan longsor dikhawatirkan akan menghambat proses belajar mengajar di sekolah tersebut.
Selain sektor pendidikan, distribusi bahan pokok masyarakat juga menjadi perhatian utama. Warga sangat bergantung pada akses jalan ini untuk mendapatkan suplai kebutuhan sehari-hari dari luar dusun.
Masyarakat Dusun Tondon sangat mengharapkan kehadiran pemerintah atau pihak terkait untuk segera menurunkan tim penanganan bencana guna mengevakuasi material longsor secara tuntas, agar aktivitas warga, kegiatan belajar mengajar, serta arus logistik dapat kembali normal.








