PEMALANG, Revolusinews.com – Warga melakukan aksi demo terkait dugaan kartu BPNT PKH semua yang dikuasai oleh oknum Kepala Dusun (Kadus), dan ratusan warga menggeruduk kantor Desa Mojo, Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang, pada Rabu (25/10/2023).
hal itu juga disampaikan salah satu Kepala Dusun (Kadus) yang berinisial (KS).

Pendemo melancarkan aksinya sambil membawa poster dari kertas kardus yang bertuliskan (“Kembalikan Hak Kami, Ngaku Pora Ko!!! Malah Minggat, Korban PKH di Rampas) tulisan bentuk protes lantaran kartu KPM diam-diam dikuasai secara sepihak oleh beberapa perangkat desa tanpa melalui musyawarah desa.
Sementara sikap (Dinsos KBPP) Kabupaten Pemalang, Hery Firmantio soal adanya bentuk pemotongan dan pengalihan kartu bansos BPNT PKH tidak dibenarkan, dan menyikapi soal kartu 107 itu tadi dirinya menyarankan supaya dikoordinasikan agar bisa ditarik kembali, dan kita segera selesaikan,” Paparnya. Sikap itu disampaikan baik yang terjadi di Desa Pesantren maupun Desa Mojo.

Masih kata Hery Firmantio, soal yang salah siapa, menurutnya belum bisa menyimpulkan, nanti APH yang menentukan,” katanya.
“Menambahkan, soal kartu yang pegang warga bukan pendamping atau perangkat lainnya. Hanya kartu yang mungkin suda non aktif atau mungkin masa berlakunya tidak sesuai lagi,” tutup Hery Firmantio.

Audensi terbuka yang digelar dipendopo Kantor Desa bersama 107 warga korban pencabutan haknya sebagai penerima Bantuan Sosial (Bansos) yang dilakukan beberapa oknum Kadus Desa Mojo disaksikan ratusan warga sekitar.
Dalam aksinya, warga didampingi oleh puluhan pemuda yang mengatasnamakan Aliansi Kesetiakawanan Sosial (AKSI), yang terdiri warga dan pemuda Karangtaruna desa setempat.
Melalui perwakilan atas nama 107 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) kasus ini diketahui setelah beberapa kartu BPNT PKH dilakukan cek print rekening koran di Bank BNI, dan terbukti sebagian masih aktif transaksi.
Para pendemo itu meminta pertanggungjaban di Kantor Desa Mojo. Aksi ini diikuti ibu-ibu, dan sebagian bapak-bapak, ditambah sejumlah pemuda desa setempat.
Dari hasil telusur Media Revolusinews hari sebelumnya diruang kerja saudara KS Kepala Dusun ll Sigedang, Selasa (23/10/2023) mengaku, “Ya mas saya megang 14 Kartu, tapi 4 kartu sudah tidak aktif alias kosong,” jelasnya.
Di hari berikutnya Rabu siang (25/10/2023) usai aksi demo, diruang Kasi Kesra (BW) menceritakan perihal yang terjadi, mengku kalau dirinya merasa dijebak karena jauh sebelum ada dua kartu KPM didepan rumah entah siapa yang taruh.
Saya bangun tidur bingung ada dua kartu KPM didepan pintu rumah saya atas nama saudara saya, “tapi saya pikiralah kebetulan” karena kartu tersebut atas nama saudara saya, beber (BW) Kasi Kesra kepada Revolusinews.
Sejumlah kartu yang bermasalah juga disampaikan warga di halaman Kantor Desa, bahwa sebanyak 107 Kartu KPM,” adalah milik warga yang dipegang pihak oknum perangkat yang dari empat perdukuhan, termasuk Kadus l, Kadus ll, Kadus ll dan Kadus lV, kata Dasuki (49) warga RT 08/04 Desa Mojo.







