P3A Mitra Cai Tegal Jaya Desa Tinumpuk Pengerjaannya Dikritik dan Disorot Berbagai Pihak

oleh -1898 Dilihat
20230612 095024

INDRAMAYU, Revolusinews.com – Kritikan terhadap pihak pengelola BBWS (P3-TGAI) dengan nama kelompok P3A Mitra Cai Tegal Jaya yang pengerjaannya dianggap tidak memenuhi syarat spesifikasi, terkesan di abaikan dan bahkan tidak adanya itikad baik untuk perbaikan. Diduga pengerjaan tersebut sudah direncanakan untuk meraup keuntungan semata tanpa memikirkan kualitas, Sabtu (11/6/2023).

Proyek P3-TGAI (Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi) Mitra Cai Tegal Jaya yang berlokasi di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat. Proyek yang dibiayai APBN Tahun 2023, dengan nilai bantuan Rp 195.000.000 (seratus sembilan puluh lima juta rupiah), Nomor Perjanjian 31/PKS/P3-TGAI/IMY/At/5/2023, dI Rentang, yang pengerjaannya dilaksanakan Kelompok P3A Mitra cai Tegal Jaya.

Proyek pengerjaannya mendapat sorotan publik dari berbagai pihak, menyangkut kualitas pekerjaan yang di hasilkan tidak memenuhi standar. Dari beberapa pernyataan warga setempat yang peduli terhadap pembangunan tersebut, diperoleh informasi, bahwa pengerjaan proyek yang didanai uang rakyat itu, tidak memperhatikan standar dan kualitas. Dikhawatirkan nantinya proyek itu tidak akan bisa bertahan lama dan tidak memberikan efek manfaat kepada warga petani.

“Sudah jelas anggaran tersebut adalah uang Negara, artinya uang rakyat. Ketika ada proyek dari pemerintah, warga masyarakat wajib tahu dan menegur apabila proyek pengerjaannya asal asalan. ”ujar seorang warga yang jati dirinya tidak bersedia dipublikasi, (11/06/2023).

Dy Pengawas Kelompok P3A Mitra Cai Tegal Jaya saat dihubungi awak media
via watshap menjelaskan bahwa, “dalam melaksanakan pekerjaan secara swakelola dan mutu volume sudah sesuai, Namun hasil kroscek bahwa ditemukan badan pondasi berkurang dari 40 cm, kemudian tinggi berkurang dari 80 cm.

Sementara itu, saat melakukan wawancara dilapangan salah satu pekerja asal desa Sambimaya dia mengatakan, “terkait pekerjaan ini diborongkan dan tidak memakai upah harian pak, “ucapnya

Hanya saja tidak dijelaskan berapa nilai /harga yang diborongkan proyek tersebut.

Hasil pantauan awak media di lokasi pekerjaan, pondasi tidak memakai adukan pasir semen terlebih dahulu, pekerja langsung menancapkan batu kali ke tanah, tidak ada pengeringan, lumpur tidak diangkat terlebih dahulu, nampak jelas tidak ada penggalian, sudah dipastikan akan cepat rusak bangunan tersebut, terkesan mengurangi volume panjang.

Salah satu warga Indramayu yang peduli terhadap lingkungan, sangat kecewa dengan adanya papan proyek yang pemasangannya dipohon.

Dikatakannya, proyek ratusan juta tapi pemasangan papan proyeknya di paku di pohon. Seharusnya dari pihak Pemdes setempat menegur P3A untuk segera dicopot dan papan proyek itu dipasang di area pembangunan, tidak di paku di pohon.

Seyogyananya dari pihak DLH Kabupaten Indramayu ikut serta memberikan himbauan kepada pihak P3A agar tidak memasang papan proyek di pohon.

“Saya sangat kecewa melihat papan proyek itu di pasang di pohon, “terang Baebudin selaku warga Indramayu yang peduli lingkungan.

“Jika tidak bisa menjaga dan merawat, sebaiknya tidak merusak lingkungan,” imbuhnya.

Di lain tempat, salah seorang warga Desa Tinumpuk A dengan inisial (R) angkat bicara,

“Kalau pondasi bangunan tidak dipasang adukan terlebih dahulu, khawatir lama kelamaan bangunannya akan miring dan roboh sehingga nantinya merugikan petani, ”terangnya.

“Seharusnya bangunan proyek Peningkatan Jaringan Irigasi tersier harus sesuai standar prosedur (SOP),” tandasnya

Sampai berita ini diterbitkan, ketua Mitra Cai Tegal Jaya selaku penanggung jawab kerja, susah untuk ditemui, sehingga sulit memberikan keterangan tentang pembangunan peningkatan jaringan irigasi tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.