Pembangunan Jalan di Desa Losari Diduga Asal Jadi Oleh Pihak Ketiga

oleh -54 Dilihat
img 20260606 wa0011
Foto ilustrasi papan proyek dan kondisi talud sawah yang rusak di lokasi pembangunan jalan rabat beton Blok Waru, Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Pemalang, Sabtu (6/6/2026). (Dok. Rae Kusnanto RNews)

PEMALANG, Revolusinews.com – Pembangunan jalan rabat beton di area persawahan Blok Waru, Desa Losari, Kabupaten Pemalang menjadi sorotan setelah muncul dugaan pekerjaan proyek Dana Desa Tahun Anggaran 2026 yang dikerjakan oleh pihak luar dengan nilai anggaran proyek sebesar Rp96.966.000,-

Informasi yang dihimpun di lapangan pada Sabtu (6//6/2026) menyebutkan pekerjaan rabat beton memiliki volume 270 meter x 2 meter x 0,12 meter. Namun, sejumlah pihak mempertanyakan mekanisme pelaksanaan proyek yang seharusnya melibatkan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa secara maksimal.

Di sisi lain, hasil pantauan di lokasi pekerjaan memunculkan sejumlah pertanyaan terkait pelaksanaan teknis proyek. Beberapa bagian pekerjaan dinilai perlu mendapat perhatian agar sesuai dengan spesifikasi dan standar konstruksi yang berlaku.

Temuan di lapangan menunjukkan proses pengecoran dilakukan hanya pemasangan plastik dasar, tidak ada pemadatan. Hal itu publik menyoroti pekerjaan apakah tahapan persiapan lantai kerja serta pemadatan dasar telah dilaksanakan secara optimal sebelum pengecoran dilakukan.

Selain itu, kondisi bekisting pada beberapa titik terlihat tidak seragam. Perbedaan ketebalan tersebut memunculkan dugaan adanya potensi pengurangan kubikasi serta ketidaksesuaian volume pekerjaan sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak tim Monev inspektorat.

Adanya hal tersebut, Pemerintah Desa Losari belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelibatan pihak ketiga maupun pelaksanaan teknis proyek tersebut.

Saat awak media berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Desa Losari, Agus Rujito, yang bersangkutan tidak berhasil ditemui di kediamannya. Upaya konfirmasi yang dilakukan pada hari berikutnya juga belum membuahkan hasil.

Masyarakat berharap adanya klarifikasi terbuka guna memastikan penggunaan Dana Desa berjalan sesuai aturan dan prinsip transparansi.

Sementara itu, salah satu anggota TPK yang berada di lokasi proyek menyampaikan bahwa kepala desa sedang tidak berada di rumah. Namun, saat diminta membantu memberikan kontak kepala desa untuk kepentingan konfirmasi, yang bersangkutan memilih tidak memberikan informasi tersebut hingga berita ini ditayangkan.

Sumber: Hasil pantauan lapangan dan keterangan narasumber di lokasi proyek, Sabtu (6/6/2026).

No More Posts Available.

No more pages to load.