Saat Rakor, Camat Baru Petarukan Sebut Jangan Takut Wartawan

oleh -452 Dilihat
oleh
img 20260107 wa0001
Rapat Koordinasi Kecamatan Petarukan hadir Kepala KUA Petarukan H. Moh. Ali Nizam, S.Ag. (kiri), Camat Petarukan Muhibin, A.Md., S.H. (tengah), dan perwakilan Kapolsek Petarukan (kanan), Selasa (6/1/2026). (Dok. Rae Kusnanto)

PEMALANG, Revolusinews.com – Camat Petarukan yang baru dilantik, Muhibin menggelar rapat koordinasi (Rakor) perdana lintas sektoral Pemerintahan Kecamatan Petarukan yang dihadiri jajaran Forkopimcam, perwakilan Kapolsek Petarukan, Danramil 03/Petarukan, Kepala KUA, KWK, unsur guru, dan seluruh Kepala Puskesmas, serta para Kepala Desa dan Lurah se-Kecamatan Petarukan yang berjumlah 20 desa pada Selasa (6/1/2026).

Rakor lintas instansi ini menjadi momentum awal Muhibin memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dengan seluruh pemangku kepentingan di wilayah Petarukan. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor sebagai pondasi utama dalam menjalankan roda pemerintahan kecamatan.

img 20260107 wa0000

Dalam sambutannya, Muhibin menyampaikan bahwa dirinya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebagai pimpinan baru. Ia menekankan bahwa koordinasi dengan para Kepala Desa dan Lurah merupakan kunci utama keberhasilan kepemimpinannya di Petarukan.

“Saya bukan siapa-siapa dan tidak akan menjadi apa-apa tanpa adanya dayahubung serta kerja sama dari bapak dan ibu Kepala Desa semua,” ujar Muhibin di hadapan peserta rakor.

Ia juga menegaskan keterbukaannya terhadap kritik dan masukan. Menurutnya, apabila dalam pelaksanaan tugas dan pola kepemimpinannya terdapat hal yang dirasa kurang tepat, ia meminta agar tidak segan untuk diingatkan demi perbaikan bersama.

Namun suasana rakor mendadak menjadi sorotan ketika Muhibin secara terbuka mengakui karakter pribadinya yang mudah emosional, suka bercanda (cleneh), dan siap “pasang badan”. Dalam kesempatan itu, ia melontarkan pernyataan ajakan kepada para Kepala Desa dengan kalimat, “Jangan takut wartawan,” sambil menunjuk salah satu jurnalis yang tengah meliput kegiatan tersebut.

Pernyataan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya dan memicu beragam reaksi. Kalimat “jangan takut wartawan” dinilai multitafsir dan berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah publik, khususnya di kalangan insan pers yang menjalankan tugas jurnalistik dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

Sebagai pilar keempat demokrasi, jurnalis memiliki fungsi strategis sebagai penyampai informasi, pendidik publik, serta pengawas sosial. Melalui pemberitaan, jurnalis menjembatani aspirasi masyarakat dengan pemerintah, mengawal kebijakan publik, sekaligus menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai bahwa para Kepala Desa di Kecamatan Petarukan memiliki kapasitas dan sumber daya manusia yang mumpuni. Mereka bukanlah pihak yang “takut” terhadap wartawan, justru dikenal menghargai peran media sebagai mitra strategis dan penyeimbang dalam proses pembangunan.

Pernyataan sang camat pun kini menjadi bahan diskusi publik dan pro-kontra di kalangan masyarakat serta jurnalis. Banyak pihak berharap ke depan terjalin komunikasi yang lebih bijak dan saling menghormati antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan insan pers, demi terciptanya iklim pemerintahan yang transparan, sehat, dan beradab.

Sementara itu, Alwi Assagaf Selaku Ketua Aliansi Wartawan Pantura Bersatu menuturkan bahwa pernyataan ‘Jangan Takut Wartawan‘ yang dilontarkan oleh seorang Camat saat menggelar Rakor sembari menunjuk salah satu awak media ketika meliput kegiatan tersebut tentu itu menimbulkan tanga tanya.

“Sebagai seorang pejabat, seharusnya ucapan tersebut tidak perlu diucapkan. Emang kita (Wartawan) kuntilanak. Kalau merasa alergi dengan wartawan, ya gak usah jadi pejabat. Jualan balon aja sono di City Walk,” tandas Alwi.

“Kami juga mempertanyakan lebih spesifik, apa maksud tujuan dari seorang Camat tersebut sehingga melontarkan ucapan sembari menudingkan jari kearah wartawan saat rakor?,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.