Perahu Wairon akan Dilaunching Simbol Kebangkitan Budaya Maritim Suku Biak

oleh -2041 Dilihat
oleh
img 20241211 wa0003 11zon

RAJA AMPAT, Revolusinews.com – Direktur Gaharu Papua Mandiri, Saneraro Wamaer bekerja sama dengan masyarakat adat Biak Raja Ampat akan menyelenggarakan acara bersejarah, “Launching dan Pelepasan Pelayaran Perdana Perahu Tradisional Wairon” di Kampung Yenbekaki, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya pada Jumat 13 Desember 2024.

Kegiatan ini menandai kebangkitan kembali tradisi Perahu Wairon warisan budaya maritim Suku Biak yang telah lama hampir punah.

“Perahu Wairon merupakan simbol identitas dan kebanggaan masyarakat adat Biak. Lebih dari sekadar sarana transportasi, Wairon mencerminkan nilai spiritual, teknologi tradisional, dan harmoni antara manusia dengan alam. Peluncuran perahu ini bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan budaya dan pembangunan yang berbasis kearifan lokal,” kata Saneraro kepada Revolusi News (RNews) pada Rabu (11/12/2024).

Rangkaian acara peluncuran akan dimulai dengan penyambutan tamu undangan menggunakan tarian tradisional Biak, diikuti dengan sambutan dari berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kampung Yenbekaki, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat Daya, dan Wakil Bupati Kabupaten Raja Ampat.

Puncak acara adalah prosesi ritual adat peluncuran Wairon yang mencakup tiupan triton oleh Manfamyan sinan Bepon, (Denis Koibur), penyerahan tongkat kepemimpinan (Isas), dan pembasuhan perahu oleh tokoh adat bersama pejabat pemerintah. Ritual ini melambangkan penghormatan terhadap leluhur dan komitmen masyarakat untuk melestarikan budaya tradisional.

Dalam Pandangan Gaharu Papua Mandiri sebagai Pelaksana Program manyampaikan bahwa, pentingnya revitalisasi Wairon sebagai simbol kebangkitan budaya maritim di Papua.

“Wairon adalah wujud hubungan harmonis antara manusia, alam, dan spiritualitas. Selain Itu, Wairon sesungghnya juga adalah representasi sistem ilmu pengetahuan yang ter integrasi Kata saneraro. Momentum loundchin ini adalah pesan kuat untuk melindungi dan mempromosikan warisan budaya kita kepada dunia,” ujarnya.

Dukungan dan Partisipasi Acara ini didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Dewan Adat Biak Raja Ampat, dan masyarakat adat Kampung Yenbekaki. Para tamu undangan terdiri dari pejabat pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat umum, yang bersama-sama merayakan momen penting ini.

Langkah Strategis ke Depan Peluncuran ini bukanlah akhir, melainkan awal dari serangkaian langkah pelestarian budaya. Setelah pelayaran perdana, Wairon akan digunakan sebagai ikon promosi budaya dan pariwisata Papua Barat Daya, sekaligus menjadi bagian penting dalam dokumentasi film “Wairon Melawan Punah”, yang dirancang untuk memperkenalkan tradisi maritim kepada dunia.

Dengan melibatkan berbagai pihak dan menekankan pentingnya nilai-nilai budaya, peluncuran Wairon diharapkan menjadi momentum kebangkitan budaya maritim Papua Barat Daya.

“Ini bukan hanya tentang melestarikan masa lalu, tetapi juga membangun masa depan yang berakar pada tradisi kita,” kata Saneraro.

“Acara ini sekaligus menegaskan posisi Papua Barat Daya sebagai pusat budaya maritim yang kompetitif dan kaya akan kearifan lokal. Perahu Wairon kini siap melayari perairan Papua, membawa pesan kuat tentang pelestarian budaya dan identitas masyarakat Suku Biak,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.