Postur Senjata dan Sistem Pertahanan Rahasia Korea Utara

oleh -960 Dilihat
oleh
img 20250927 wa0047

Oleh : Dede Farhan Aulawi

RevolusiNews.com – Sistem pertahanan Korea Utara berfokus pada pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik, memperkuat militer konvensionalnya dengan jumlah personel besar, serta menggunakan strategi deterrence melalui propaganda dan demonstrasi kekuatan, termasuk tank seperti Pokpung Ho, sistem rudal seperti Hwasong dan Pukguksong, dan jaringan pertahanan udara yang padat.

Untuk lebih jelasnya, bersama ini disampaikan jenis senjata dan sistem pertahanan rahasia atau semi-rahasia yang dikembangkan Korea Utara belakangan ini, untuk memperkuat kapabilitas militernya.

Rudal Hipersonik & Gliding Warheads
North Korea mengklaim sudah melakukan uji rudal dengan hipersonic warhead (giroskop yang mampu bermanuver), yang membuatnya lebih sulit dilacak dan dicegat oleh sistem pertahanan udara/antimissile lawan. Contohnya Hwasong‑8, yang diduga membawa hypersonic glide vehicle. Rudal Hwasong‑16B juga sebagai IRBM (Intermediate‑Range Ballistic Missile) dengan bahan bakar padat (solid fuel) dan warhead hipersonik. Uji mesin bahan bakar padat (solid‑fuel engine) untuk rudal jarak jauh (long‑range) sedang dijalankan, termasuk mesin dengan bahan karbon fiber untuk memperkuat struktur dan efisiensi.

Senjata Nuklir Taktis & Miniaturisasi Kepala Ledak
Hwasan‑31 adalah kepala ledak nuklir taktis yang dipamerkan Korea Utara sejak 2023, dengan estimasi hasil ledakan sekitar 4‑10 kiloton. Ada laporan juga bahwa Korea Utara berusaha untuk miniaturisasi senjata nuklir agar bisa dipasang pada rudal kecil atau menyesuaikan peluncuran, sehingga meningkatkan fleksibilitas dan ketersediaannya.

Kapal Selam Bertenaga Nuklir & Kendali Rudal Strategis Laut
Korea Utara telah memamerkan pembangunan kapal selam strategis berpemandu rudal (guided missile submarine) bertenaga nuklir. Kapal ini diperkirakan berbobot sekitar 6.000‑7.000 ton dan mampu membawa beberapa rudal nuklir. Keberadaan kapal selam seperti ini bisa meningkatkan kemampuan serangan rahasia dari laut dan menambah lapisan deterrence (pencegahan) nirlihat.

Pesawat Tak Berawak (Drone), Sistem Pengintaian & AI
Korea Utara juga dikabarkan mengembangkan drone serangan “bunuh diri” (suicide attack drones) yang menggunakan AI untuk navigasi atau pengendalian otomatis. Ada UAV pengintaian lanjut juga, seperti model UAV “Saebyeol‑4”, yang dipakai untuk pengintaian/perintisan pengembangan varian serangan.

Sistem Rudal Cepat Tanggap / Bahan Bakar Padat
Pengembangan bahan bakar padat di rudal panjang sangat penting karena memungkinkan rudal siap diluncurkan dengan lebih cepat dibanding rudal bahan bakar cair, juga lebih sulit dideteksi selama tahap persiapan. Rudal dengan kepala warhead yang bisa bermanuver (maneuverable warheads) juga membuat pertahanan musuh lebih sulit untuk mengira lintasan dan memprediksi sasaran.

Itulah beberapa jenis senjata dan sistem pertahanan yang sedang dikembangkan oleh Korea Utara. Basis pengembangan teknologi persenjataan ini, berbasis pada potensi ancaman dan serangan dari negara yang dianggap musuhnya, yaitu AS. Jadi Korut membaca, mengimbangi, dan mendesain antisipatif terhadap kemungkinan senjata yang akan digunakan oleh AS jika berperang dengan Korea Utara. Input variabel ancamannya, meliputi serangan laut dan udara, termasuk berbagai jenis drone intai dan drone tempur.

No More Posts Available.

No more pages to load.