CILACAP, Revolusinews.com – Pasca pengukuran ulang tanah milik Juminem warga dusun Winong oleh Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Pada Selasa 11 Juli 2023, telah mendapat hasil keputusan untuk disampaikan kepada pihak pihak terkait.
Menindaklanjuti hal tersebut Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cilacap menggelar mediasi hasil verifikasi lapang dengan mengundang pihak Sumber Segara Primadaya (S2P) PLTU Cilacap, Kuasa Hukum Juminem, Kasi Survei dan Pemetaan Kantah Cilacap, Kasi Pengendalian dan Penanganan Sengketa (PPS) Kantah Cilacap, Petugas Ukur, Kepala desa Selarang, Rabu (26/7/2023) di ruang rapat lantai 2 Kantor Pertanahan (Kantah) Kabupaten Cilacap.
Ditemui usai mediasi, Amsir selaku Kuasa Hukum Juminem menyampaikan hasil verifikasi yang digelar pihak BPN. “Hari ini merupakan agenda pertemuan tindak lanjut hasil ukur ulang oleh BPN dengan mengundang kita selaku Kuasa pihak Juminem, S2P serta pihak desa Selarang,” kata Amsir Sapernong.
“Hasil keputusan yakni penunjukan batas kemarin oleh saudara Puji. Setelah dirangkaikan dengan Peta Citra, ternyata sesuai dengan luas yang tertera di Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 1.888 dengan luas 3882 meter persegi. Alhamdulilah S2P PLTU, Desa, maupun kami selaku Kuasa dari Bu Juminem menerima hasil verifikasi pihak BPN,” jelasnya.
Dikatakan bahwa hasil keputusan ditandai dengan penandatanganan kesepakatan untuk selanjutnya S2P menyampaikan hasil pertemuan ke pihak pimpinan.
“Kami tinggal menunggu S2P untuk melunasi sisa pembayaran tanah tersebut. Kami akan melakukan permohonan guna mengajukan realisasi dari hasil yang didapat hari ini,” ujarnya.
Amsir menilai bahwa permohonan tersebut bukan pengajuan pembebasan atau ganti rugi, tetapi meminta kekurangan pembayaran yang sudah terjadi transaksi jual beli.
“Ibarat mengurai benang kusut. Kita mengurus melalui tahapan, endingnya 1 tahun kami berjuang menuntut hak. Alhamdulilah hari ini menemui titik terang.
Seperti yang kami lihat pihak S2P menyambut baik terkait hasil hari ini. S2P profesional, karena tanah itu riil ada, dan sesuai sertifikat, Alhamdulilah semua kondusif,” tandas Amsir.










