Sehari Tanpa Gadget, Pemkab Cilacap Selenggarakan Festival Dolanan Bocah

oleh -837 Dilihat
oleh
img 20240725 wa0014

CILACAP, Revolusinews.com – Sebagai bentuk penghormatan, pemberdayaan dan pemenuhan hak anak yang merupakan generasi penerus bangsa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan Festival Dolanan Bocah di Taman Bangga Mbangun Desa pada Rabu (24/7/2024).

Acara tersebut juga dijadikan perayaan Hari Anak Nasional ke-40 yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2024 lalu dengan mengusung tema “Anak Terlindungi, Indonesia Maju” yang diikuti oleh lebih dari 3.000 peserta yang terdiri dari Forum Anak Cilacap (FORACI), Pramuka, siswa siswi TK hingga SMA serta tamu undangan lainnya.

Kegiatan diawali dengan Plesir Bareng Rama Biyunge, yaitu pawai menggunakan odong-odong yang dilepas langsung oleh Pj. Bupati Cilacap Awaluddin Muuri di Halaman Pendopo Wijayakusuma Cakti menuju lokasi Festival Dolanan Bocah dilanjutkan senam sehat gembira dan gemari untuk mendorong anak-anak mengkonsumsi ikan sebagai salah satu upaya pencegahan stunting.

“Kita ingin menyajikan suasana yang riang gembira sehingga mereka memperoleh pengalaman dan keseruan yang beda, mudah-mudahan ini akan tertanam dalam hati serta akan membuat anak-anak memiliki pikiran dan tingkah laku yang baik karena generasi-generasi ini yang akan membawa Cilacap semakin maju dan bercahaya,” kata Pj. Ketua TP PKK Kabupaten Cilacap, Fitri Awaluddin Muuri.

Sementara itu, dalam sambutannya, Pj. Bupati Cilacap berharap agar kedepannya anak-anak bisa bebas berekspresi sesuai perkembangan jaman namun tetap menyesuaikan aturan yang berlaku. Tidak hanya dari segi ilmu pengetahuan namun juga teknologi dan keimanannya.

“Merupakan tugas kita semua, orang tua, guru dan pemerintah untuk membimbing anak-anak terutama agar bijak dalam bermedia sosial. Gunakan teknologi untuk belajar dan memperkaya pengetahuan bukan sekedar untuk bermain”, pesan Pj. Bupati.

Pada Festival Dolanan Bocah ini juga disediakan aneka permainan tradisional seperti dam-daman, ular tangga, sunda manda, tebak kata, dakon, lompat karet, cublak-cublak suweng dan lainnya yang bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional dan mengenalkannya kepada anak-anak.

Pembukaan acara ditandai dengan pelepasan burung merpati oleh Pj. Bupati dan Forkopimda beserta istri dilanjutkan dengan pemberian bantuan sosial untuk 40 orang penerima

No More Posts Available.

No more pages to load.