SPI: Reforma Agraria dan Kedaulatan Pangan Terpinggirkan

oleh -482 Dilihat
img 20260130 wa0023 11zon

TANGERANG, Revolusinew.com – Serikat Petani Indonesia (SPI) meluncurkan Catatan Akhir Tahun (CATAHU) 2025 yang menyoroti persoalan agraria, pangan, dan pertanian Indonesia yang dinilai masih belum berpihak pada petani.

CATAHU 2025 menghadirkan langsung suara petani dari berbagai daerah sebagai narasumber utama bertempat di Sekretariat DPP SPI, Jakarta Kamis (29/01/2026).

Forum ini dihadiri juga oleh:

  • Ketua Umum SPI: Henry Saragih
  • Wakil Ketua Umum SPI: Zainal Arifin Fuad
  • Sekretaris Umum SPI: Wahyudi Rakib
  • Ketua DPW SPI Jambi: Sarwadi
  • Ketua DPW SPI Sumatera Utara: Zubaidah
  • Ketua DPC SPI Indramayu yang merupakan Petani anggota SPI: Toyib Abdullah

SPI menilai sepanjang 2025 kebijakan pangan dan agraria masih bertumpu pada proyek skala besar dan ketahanan pangan, sementara reforma agraria sejati dan kedaulatan pangan belum menjadi prioritas.

Kondisi ini diperparah oleh krisis pangan global, konflik geopolitik, serta dominasi korporasi dalam sistem pangan.

Akhir acara SPI menyampaikan catatan sedikitnya 216 konflik agraria sepanjang 2025 di berbagai wilayah Indonesia. Melalui CATAHU 2025, SPI merekomendasikan percepatan reforma agraria berbasis UUPA 1960, penyelesaian konflik agraria, penghentian proyek pangan yang merugikan petani, serta penguatan agroekologi dan koperasi petani agar petani ditempatkan sebagai subjek utama pembangunan pangan nasional.

No More Posts Available.

No more pages to load.