Toko Besar Jangan “Rampas” Lapak Penjual Pinang

oleh -204 Dilihat
img 20260420 wa0028

BIAK NUMFOR, Revolusinews.com – Kondisi ekonomi di Kabupaten Biak Numfor tengah mendapat sorotan tajam. Tokoh masyarakat yang juga adalah Sekjen DPD TMI (Tani Merdeka Indonesia) Biak Numfor, Spenyel Noriwari, mengungkapkan keprihatinannya setelah melakukan pantauan langsung terhadap realitas perdagangan di sejumlah toko dan ruko pada Senin (20/4/2026).

Menurut Spenyel, perputaran uang di Biak saat ini sedang mengalami kelesuan yang cukup signifikan. Namun, yang lebih memprihatinkan baginya bukan sekadar angka ekonomi, melainkan pergeseran etika dagang yang mulai mengancam kelangsungan hidup pedagang kecil.

Fenomena “Ambil Alih” Jualan Pinang. Spenyel menyoroti fenomena di mana toko-toko besar dan ruko kini mulai merambah komoditas yang seharusnya menjadi ranah pedagang kelas bawah, yakni buah pinang.

“Perputaran uang di Kabupaten Biak saat ini sedang lesu. Kondisi ini memicu para pedagang besar melakukan segala cara untuk mencari keuntungan. Bahkan, jualan pinang yang seharusnya menjadi porsi pedagang kecil atau mama-mama di pasar, kini sudah diambil alih oleh toko dan ruko,” ujar Spenyel dengan nada kecewa dalam tulisannya di grup WhatsApp.

Ia menilai, langkah pemilik modal besar yang ikut menjual pinang telah mempersempit ruang gerak ekonomi masyarakat kecil yang selama ini bergantung sepenuhnya pada komoditas lokal tersebut.

Pedagang Menghalalkan Segala Cara: Kelesuan ekonomi ini, lanjut Spenyel, seolah membuat persaingan dagang menjadi tidak sehat. Ia melihat adanya kecenderungan para pelaku usaha bermodal besar untuk “menelan” semua lini bisnis tanpa memperhatikan batasan sosial dan ekonomi kerakyatan.

“Jangan karena alasan sepi pembeli, lalu semua mau dijual di toko. Harus ada keberpihakan. Jika pinang pun dijual di ruko-ruko besar dengan fasilitas lengkap, lalu bagaimana nasib mama-mama kita yang berjualan di pinggir jalan?” cetusnya.

Desakan Untuk RegulasiMelalui pernyataan ini, Spenyel berharap pemerintah daerah dan instansi terkait tidak tinggal diam melihat ketimpangan ini. Perlu ada aturan atau imbauan yang jelas agar toko modern maupun ruko tetap berada pada koridornya dan tidak mematikan usaha mikro yang menjadi urat nadi ekonomi akar rumput.

Pernyataan Spenyel Noriwari ini kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat Biak Numfor, memicu diskusi mengenai perlunya perlindungan terhadap hak-hak pedagang kecil di tengah situasi ekonomi yang sedang menantang.

No More Posts Available.

No more pages to load.