Soroti UU Penerbangan, Lalita Kunjungi Bandara Biak Cari Solusi Tiket

oleh -150 Dilihat
img 20260430 wa0067 11zon

BIAK NUMFOR, Revolusinews.com — Anggota MPR/DPD RI daerah pemilihan Papua, Lalita, melakukan kunjungan kerja ke Bandara Frans Kaisiepo dalam rangka pemantauan implementasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, serta menyoroti kenaikan harga tiket pesawat domestik yang dipengaruhi ketidakstabilan global.

Dalam kunjungan tersebut, Lalita menegaskan bahwa sektor transportasi udara memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas wilayah Papua, khususnya Kabupaten Biak Numfor yang memiliki posisi strategis di kawasan timur Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa kenaikan harga tiket pesawat saat ini menjadi perhatian serius, karena berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang. Oleh karena itu, diperlukan langkah koordinasi lintas sektor guna mencari solusi yang berpihak pada masyarakat.

“Saya akan mengoordinasikan hal ini kepada pihak terkait di tingkat pusat, termasuk mendorong pembukaan rute dan masuknya maskapai baru untuk meningkatkan pelayanan transportasi udara dari dan menuju Biak,” demikian disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, penambahan rute dan maskapai tidak hanya akan meningkatkan aksesibilitas, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi daerah. Apalagi, jika rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bandara Antariksa Indonesia dapat terealisasi, maka dampak berganda (multiplier effect) akan dirasakan di berbagai sektor, seperti pariwisata, perdagangan, hingga investasi.

Kunjungan ini turut disambut oleh General Manager PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Bandara Biak, Iwan Sanusi, serta General Manager Lion Air Biak, Masri. Selain itu, kegiatan ini juga didampingi oleh Kepala Basarnas Biak.

Pihak pengelola bandara dan maskapai menyambut baik perhatian pemerintah pusat melalui DPD RI, serta berharap adanya sinergi berkelanjutan guna meningkatkan layanan transportasi udara di wilayah Biak dan sekitarnya.

Dengan adanya pemantauan ini, diharapkan kebijakan penerbangan nasional dapat semakin adaptif terhadap dinamika global, sekaligus mampu menjawab kebutuhan masyarakat di daerah terpencil dan kepulauan seperti Papua.

No More Posts Available.

No more pages to load.