CILACAP, Revolusinews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cilacap melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermades) mengadakan pelatihan memasak Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada setidaknya 1250 kader TP PKK kecamatan, desa dan kelurahan di Kabupaten Cilacap sebagai upaya untuk terus menurunkan angka stunting.
Pelatihan dilakukan selama 4 hari, dimulai hari Kamis 29 Desember 2022 dan 30 Desember 2022 serta hari Senin dan Selasa tanggal 2 dan 3 Januari 2023 di empat eks distrik di Kabupaten Cilacap. Lokasi pelatihan untuk eks distrik Majenang di Pendopo Kecamatan Karangpucung dan di Pendopo Kecamatan Wanareja pada 29 Desember 2022.
Selanjutnya hari ini tanggal 30 Desember 2022 bertempat di Pendopo Kecamatan Cilacap Selatan untuk eks Kotip dan Kecamatan Jeruklegi dan Kesugihan. Kemudian tanggal 2 Januari 2023 di eks Distrik Sidareja berlokasi di Pendopo Kecamatan Patimuan dan Pendopo Kecamatan Bantarsari. Terakhir hari Selasa 3 Januari 2023 untuk eks distrik Kroya digelar di Pendopo Desa Binangun dan Pendopo Kecamatan Maos.
Kepala Dispermades Cilacap Bintang Dwi Cahyono dalam laporannya mengatakan, bahwa pelatihan akan diberikan oleh dua narasumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap dan tim ahli gizi serta dari TP PKK Kabupaten Cilacap.
“Dinkes nanti akan menyampaikan materi terkait Nilai Kandungan Gizi yang Dianjurkan dan untuk PKK akan memberikan materi tentang Peran Serta PKK untuk Mengolah PMT Agar Sesuai Nilai Gizi dan Tepat Sasaran,” ujar Bintang dalam acara Pelatihan Memasak PMT di Pendopo Kecamatan Cilacap Selatan, Jumat (30/12/2022).
Pelatihan Memasak PMT menurut Penjabat Bupati Cilacap Yunita Dyah Suminar merupakan tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan merupakan salah satu Langkah dari program Pemerintah Kabupaten Cilacap untuk mengurangi bahkan menyelesaikan persoalan stunting.
“Jadi ini program kita lakukan selama 3 bulan pertama dulu, mulai tanggal 15 Januari 2023 sampai 15 April 2023. Rangkaian ini dimulai dengan penimbangan serentak kepada sekitar 5000 anak potensi stunting di Kabupaten Cilacap. Nanti setelah kita dapatkan data yang benar, kita beri PMT ini kepada mereka, kemudian setiap 2 minggu akan dilakukan penimbangan serentak untuk melihat perubahannya,” ujar Yunita dalam sambutannya.
Dalam hal ini, Pemkab melibatkan PKK karena menurut Pj Bupati PKK adalah garda terdepan di desa yang tahu betul kondisi anak-anak di lingkungannya.
“Mereka akan kita mintai bantuan untuk memasak dan memberikan makanan tambahan kepada bayi yang potensi stunting. Jadi sebelum 2 tahun kita lihat pertumbuhannya seperti apa dan kemudian perkembangan kognitifnya seperti apa,” katanya.
“Akan dilakukan juga pencegahan anak potensi stunting dengan melakukan intervensi kepada ibu hamil dengan kekurangan energi kronik dengan pemberian asupan yang benar dengan harapan ibu hamil ini tidak melahirkan bayi yang berpotensi stunting,” tutupnya.












