CILACAP, Revolusinews.com – Warga desa Menganti, Kecamatan Kesugihan, Cilacap digemparkan adanya penemuan sesosok mayat perempuan yang terkubur di area persawahan.
Mayat yang diduga korban pembunuhan ditemukan warga bernama Taswen. Saat itu ia menuju sawah untuk mengusir burung yang menjadi hama pertanian. Ketika melewati persawahan Taswen melihat tanaman padi menyingkap dan rusak.
“Awalnya saya mengira deretan padi yang roboh bekas dilewati ular yang besar. Karena takut kemudian saya meminta tolong warga lain untuk memeriksa tempat dimana saya temukan keganjilan,” terang Taswen.
Dibantu warga lain saksi kemudian mengecek tempat kejadian. Rupanya deretan padi yang roboh bukan bekas ular, namun sesosok perempuan yang sudah meninggal, dan tertimbun tanah sawah.
Pada saat ditemukan, korban dalam kondisi tanpa busana, hanya tertutup celana warna biru, sementara sebagian tubuhnya telah terkubur tanah liat.
Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polresta Cilacap Kompol Guntar Arif Setiyoko menyampaikan, mayat perempuan diduga warga Menganti, Kecamatan Kesugihan, berinisial LR. Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga. Diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.
“Pada jasad korban ditemukan luka bekas penganiayaan terutama di bagian kepala. Adanya temuan itu diduga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan, saat ditemukan korban dalam kondisi tanpa busana dan tertimbun tanah liat,” ucap Kasat Reskrim, Jumat (23/6/2023).
“Pukul 08.30 WIB kami terima laporan, kemudian tim Inafis melakukan olah TKP, selanjutnya membawa jenasah korban ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cilacap guna dilakukan visum,” tuturnya.
Melihat kondisi mayat diperkirakan korban meninggal pada dini hari, sejauh ini Polresta Cilacap masih melakukan pengembangan hasil dari temuan yang didapat di TKP, penyelidikan lebih lanjut terus dilakukan guna mengungkap motif pembunuhan keji yang dilakukan oleh pelaku.












