Yayasan Sri Mukti Cilacap Eksis, Bangun Kualitas SDM Melalui Pendidikan Siswa

oleh -1068 Dilihat
img 20231003 wa0004

CILACAP, Revolusinews.com – Dunia Pendidikan sangat penting sebagai pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM). Karena pendidikan merupakan usaha dasar terencana dalam mewujudkan suasana belajar, proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri. Adanya pendidikan seseorang jadi produktif, mendapat ketrampilan yang dibutuhkan dalam mencapai keberhasilan hidup.

Melalui pendidikan tercipta manusia, terampil, cakap, berilmu. Pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi diharapkan mampu sebagai bekal hidup yang mandiri.

Yayasan Pendidikan Sri Mukti merupakan satuan Pendidikan dengan jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Cilacap. Dalam kegiatannya SMK Sri Mukti berada di bawah naungan Kemendikbud. Yayasan Sri Mukti memiliki SMA/SMK Pariwisata sebagai pelopor SMIP/SMK Pariwisata pertama di Jateng. Terakreditasi B, Sarana pendidikan Yayasan Sri Mukti di bangun diatas lahan seluas 5,440 M2.

Ditemui di ruang kerjanya, Pembina Yayasan Windu Priyo Wibowo Muchrim di dampingi Ketua Yayasan Tri Retno Andayati menyampaikan, dirinya aktif di Yayasan Sri Mukti tahun 2019 menggantikan almarhum orang tua H. Muchrim Hakim. Sebelumnya Yayasan Sri Mukti kecil hingga menjadi besar.

Setelah almarhum meninggal di tahun 2009 Yayasan Sri Mukti mengalami fluktuatif penurunan. Semua disebabkan adanya kendala kekhilafan manajemen.

“Kemerosotan Sri Mukti adanya faktor internal dan eksternal,” ucapnya, Senin (2/10/2023).

Disebutkan bahwa faktor internal diakibatkan adanya kelalaian pengurus. Pembina tidak merubah sehingga aktifitas kepengurusan menurun karena semua keluarga ada di Jakarta.

“Faktor internal berdampak kepada lembaga-lembaga SMA dan SMK, Yayasan kurang suport, monitoring, kurang kontrol akhirnya bergerak bebas tanpa kendali, aturan, disiplin sehingga mempengaruhi animo masyarakat. Kita sederhana ketika guru displin, maka murid menyesuaikan dengan kedisiplinan seorang guru,” ujar Windu selaku Pembina Yayasan.

Menurutnya untuk membenahi sistem bukan fisiknya dulu, tetapi SDM nya, karena disinyalir semua terjadi akibat SDM yang kurang baik.

Terkait faktor eksternal Windu mengungkap, bahwa di tahun 2006 di Kementrian ada yang namanya Direktorat Sekolah Swasta.

“Gunanya untuk membantu, ngemong, merangkul sekolah-sekolah swasta yang terkait dengan kebijakan-kebijakan pemerintah,” jelasnya.

“Tujuan pemerintah mungkin baik memeratakan, menyamakan tapi pada faktanya swasta kurang menjadi keberpihakan,” terangnya.

Windu mencontohkan mengambil konkrit masalah P3K. Menurutnya hal tersebut menghancurkan pihak swasta. Lebih lanjut ia menggambarkan salah satu Sekolah Negeri di Cilacap sudah kelebihan guru pengajar, namun karena P3K guru Sri Mukti ditarik kesana bahkan guru-guru lain yang entah dari mana.

“Kalau kran kebijakan tidak dibuka mungkin kesempatan tidak terjadi. Meskipun saya tak bisa larang, hak untuk mencari yang lebih baik,” tutur Windu.

“Ini jadi sejarah, kenapa dulu Sri Mukti ramai. Sri Mukti adalah Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata di Jawa Tengah. Dulu namanya Sekolah Menengah Industri Pariwisata (SMIP). Perlu diketahui, bahwa yang meresmikan dulu adalah Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunikasi (Menparpostel) almarhum Bapak H. Soesilo Soedarman, era menteri di tahun 1989,” imbuhnya.

Tak heran ketika dulu masyarakat datang berduyun-duyun ingin Sekolah di perhotelan, karena ketika lulus mereka mendapat pekerjaan baik di hotel, pariwisata dan sebagainya.

“Almarhum Bapak Soesilo Soedarman dulu pernah bilang, kita harus bangga kepada Yayasan Pendidikan Sri Mukti, karena di Cilacap ini ada warga peduli, menyumbangkan tenaga, pikiran dan harta demi membangun Sekolah. Sri Mukti aset negara, untuk membantu pemerintah dalam mendidik, membangun, mencerdaskan bangsa,” tandas Windu Priyo Wibowo.

Saat ini, Sri Mukti sedang sakit. Tanpa harus diminta tolong, pemerintah mestinya hadir.

“Dalam kondisi seperti ini, saya berharap pemerintah hadir. Selaku pengurus, pemilik Yayasan yang baru, saya optimis. Dengan segala keterbatasan kami membuat Mess yang diperuntukan bagi siswa yang bertempat tinggal jauh. Yayasan mengakselarasi membangun komunikasi dan kerjasama,” bebernya.

Dirinya konsisten dengan study yang sudah ada yakni pariwisata. Bagaimana ia mengimprovisasi, menjelaskan kepada masyarakat, bahwa Sekolah di Pariwisata tidak hanya kerja di hotel, tetapi bisa di rumah sakit, perkantoran, departemen dan  juga industri.

Semua ada bidangnya, ada departemen-departemen yang menangani, ada housekeeping, front office bahkan hotel.

“Jadi ketika lulus dari Sri Mukti tidak hanya kerja di hotel, tetapi juga di perkantoran, targetnya bagaimana output begitu lulus tidak menciptakan pengangguran tetapi mencetak manusia produktif melalui pekerjaan,” ungkap Windu.

Secara nasional harapan ke depan tak muluk-muluk. Karena Sekolah ini dibuat untuk kepentingan bangsa melalui pembangunan pendidikan, SDM khususnya masyarakat Cilacap. Tentunya Sekolah ini bisa kembali dan bisa dirasakan manfaatnya, sehingga ruang-ruang yang begitu besar dengan ukuran 8 X 9 meter dapat kembali difungsikan oleh masyarakat Kabupaten Cilacap,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.