Atasi Inflasi, Rajeg dan Sukamulya Terima Saprodi Bawang Merah dari DPKP Tangerang

oleh -591 Dilihat
berita c11cbe04 dcf9 4e9d be4b 8f17bad28073

TANGERANG, Revolusinews.com – Guna meningkatkan ketahanan pangan dan menekan laju inflasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang beri bantuan berupa sarana produksi (Saprodi) bawang merah dari Dinas Pertanian Provinsi Banten.

Bantuan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang di berikan untuk dua kecamatan meliputi Kecamatan Rajeg dan Kecamatan Sukamulya. 

664a10678f9d5

Dikesempatan tersebut, Kepala DPKP Kabupaten Tangerang Ir Asep Jatnika Sutrisno menjelaskan, pada 2024 ini ada delapan kelompok tani di dua kecamatan yang mendapatkan bantuan sarana produksi (Saprodi) bawang merah dari Dinas Pertanian Provinsi Banten.

“Masing-masing kelompok tani mendapatkan bantuan tanam bawang 0,25 hektare, saat ini semuanya sedang olah tanam dan ada yang sudah olah tanah,” ujar Asep Jatnika usai memberikan keterangan, Minggu (19/05/24).

lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa berdasarkan data BPS, bawang merah jadi komoditas pangan dengan inflasi tertinggi terhitung sejak tanggal 2 Mei 2024.

“Kami, berkomitmen menangani inflasi dengan tanam bawang merah di beberapa kelompok tani,”ucapnya.

Berdasarkan data yang di miliki DPKP Kabupaten Tangerang dari hasil panen bawang merah selama tahun 2023 sebanyak 655 Kuintal, dengan rincian 55 Kuintal dengan luas lahan 1 Hektar, di Kecamatan Sukamulya dan 600 Kuintal di Kecamatan Rajeg dengan luas lahan 4 hektare.

Untuk 2024, Kelompok Tani (Poktan) yang menerima bantuan Saprodi di Kecamatan Sukamulya dengan total luas lahan 1 hektare (masing-masing Poktan 0,25 Ha), yaitu Poktan Sri Rumasa, Poktan Palis, Poktan Tari Kolot II, dan Poktan Serbaguna.

Sedangkan di Kecamatan Rajeg dengan luas lahan 1 hektare masing-masing 0,25 Ha yaitu Poktan Pabuaran Asri, Poktan Saga Jaya, Poktan Sadarhana dan Poktan Sadar.

“Sejak tanggal 15 Mei 2024, kelompok tani yang mendapatkan bantuan Saprodi bawang merah sudah mulai proses pengolahan tanah dan ada juga yang sudah 100 persen pengolahan tanahnya,” kata Asep.

No More Posts Available.

No more pages to load.