Atasi Pengangguran, Bupati Cilacap Buka Seleksi Pemagangan ke Jepang

oleh -611 Dilihat
oleh
img 20250915 wa0019

CILACAP, Revolusinews.com – Sebagai upaya mengatasi pengangguran, Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman membuka seleksi nasional pemagangan ke Jepang IM Japan Kabupaten Cilacap Tahun 2025 di Aula Diklat Praja Cilacap Jawa Tengah pada Senin (15/09/2025).

Seleksi ini diselenggarakan oleh Ikatan Pengusaha Kenshuusei (IKAPEKSI) Indonesia, yang bekerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Cilacap melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin).

Ketua Umum IKAPEKSI Indonesia, Prayoto Widodo mengatakan, IKAPEKSI merupakan sebuah wadah yang didirikan para alumni program pemagangan Jepang (kenshuusei) yang ingin membangun usaha atau bisnis. Saat ini IKAPEKSI sudah tersebar di 25 Provinsi di seluruh Indonesia dan sedang menggiatkan Program IM Japan dimana ini kali pertama Kabupaten Cilacap menjadi tuan rumah dengan total peserta mencapai 299 orang, terdiri dari 144 peserta asal Kabupaten Cilacap, 60 peserta asal Provinsi Jawa Barat, dan sisanya berasal dari wilayah lain termasuk Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung.

“Program ini diharapkan bisa membantu mengurangi angka pengangguran, terlebih tidak dipungut biaya bahkan akan diberi uang saku sebesar 11 juta rupiah”, ungkapnya.

Sekretaris IKAPEKSI Indonesia DPC Kabupaten Cilacap, Panji Saputra menambahkan, seleksi ini terdiri dari empat tahapan yaitu matematika, kesemataan tubuh, fisik dan hp. Hampir setiap bulan IKAPEKSI Indonesia menggelar Seleksi IM Japan di berbagai wilayah, dan pihaknya menargetkan Kabupaten Cilacap bisa menggelar tiga kali dalam setahun. Nantinya, peserta yang lolos akan melaksanakan magang selama tiga tahun pertama, kemudian bisa dilanjutkan mulai dua hingga dua puluh tahun kedepan.

“Ada tujuh sektor pekerjaan diantaranya manufaktur, pengolahan makanan, perawat, kontruksi, restaurant, building cleaning, dan pertanian, itu masih kami breakdown sampai 90 jenis pekerjaan”, jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Mas Syamsul memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Program IM Japan. Program ini bukan hanya sekedar membuka peluang kerja bagi generasi muda tetapi juga merupakan wahana pembelajaran disiplin, etos kerja, serta penguasaan teknologi dan keterampilan. Melalui program ini akan terbentuk para pemagang yang tangguh, mandiri dan bertanggung jawab sehingga nantinya mampu berkontribusi dalam pembangunan, baik di dunia usaha maupun di lingkungan masyarakat Ketika kembali ke daerah asalnya.

“Ikuti seleksi dengan penuh semangat dan berikan yang terbaik. Nanti jika sudah sampai ke Jepang jaga ucapan dan tindakan, ingat selalu di pundak kalian ada nama baik Indonesia yang harus dijaga”, pesan Mas Syamsul kepada seluruh peserta.

Salah satu peserta seleksi asal Cilacap, Surya Aditya Fauzan, yang baru berusia 18 tahun mengungkapkan keinginannya untuk lolos Program IM Japan. Ia mengetahui informasi terkait Program IM Japan dari sekolah asalnya yaitu SMK Negeri 2 Cilacap. Setidaknya ada 100 orang siswa lain yang mengikuti seleksi bersamanya.

“Saya ingin mempelajari budaya etos kerja Jepang, nantinya kalau lolos dan kembali ke Cilacap ingin membuka usaha peternakan ayam dan lele”, tuturnya.

Acara pembukaan ditandai dengan pemukulan gong dan penyematan tanda peserta oleh Mas Syamsul kepada perwakilan peserta. Sebagai informasi, IKAPEKSI Indonesia tidak membatasi jumlah pendaftar dan peserta yang lolos Program IM Japan. Bagi masyarakat yang tertarik mengikuti seleksi ini bisa menghubungi Disnakerin Kabupaten Cilacap atau melalui Lembaga Pelatihan Bahasa Jepang terdekat.

No More Posts Available.

No more pages to load.