Bupati Enrekang Tinjau SDN 85 Laba dan SMP Satap 8, Janjikan Revitalisasi

oleh -162 Dilihat
img 20260426 wa0076 11zon

ENREKANG, RevolusiNews.com – Bupati Enrekang, H. Muhammad Yusuf Ritangnga, melakukan kunjungan kerja ke SDN 85 Laba dan SMP Satap 8 Enrekang pada Rabu (22/4/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur pendidikan di wilayah tersebut yang dinilai memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.

Dalam kunjungannya, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan Enrekang Eric, Setda Enrekang Harwan Sawati BA, Camat Enrekang Syafruddin Rasyid, serta Kepala Desa Rossoan H. Marzuki. Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Kepala SMP Satap 8 Enrekang Topan, Kepala SDN 85 Laba Zainal, beserta jajaran tenaga pendidik.

Keluhan Halaman Berlumpur dan Kekurangan Ruang Kelas Fokus utama peninjauan Bupati adalah kondisi halaman sekolah yang digunakan bersama oleh kedua instansi tersebut untuk upacara, olahraga, dan bermain. Saat musim hujan tiba, halaman tersebut menjadi area langganan genangan air dan lumpur.

“Kondisinya cukup memprihatinkan saat hujan. Lumpur memercik hingga ke dinding teras dan meninggalkan bekas yang sulit dibersihkan,” ungkap Kepala SMP Satap 8, Topan. Ia berharap pemerintah dapat memberikan bantuan berupa pengerasan atau pengecoran halaman agar aktivitas siswa tidak terganggu.

Di sisi lain, Kepala SDN 85 Laba, Zainal, memaparkan masalah kekurangan ruang fungsional. Saat ini, pihak sekolah terpaksa menggunakan ruang perpustakaan sebagai ruang kelas satu. Begitu pula dengan ruang kelas yang seharusnya digunakan untuk belajar-mengajar, kini dialihfungsikan menjadi kantor kepala sekolah dan guru.

“Selain kekurangan ruangan, kami juga terkendala fasilitas belajar. Banyak kursi dan meja siswa yang sudah tidak layak pakai karena faktor usia,” tambah Zainal.

Respon Cepat Bupati dan Arahan Dinas Pendidikan Bupati Yusuf Ritangnga mengaku sempat terkejut dan penasaran dengan sistem SMP Satap 8, di mana dalam satu lingkungan terdapat dua sekolah dengan manajemen kepemimpinan yang berbeda. Menanggapi keluhan para kepala sekolah, Bupati merespon dengan sigap.

Beliau menginstruksikan pihak sekolah untuk segera menyusun surat usulan resmi kepada pemerintah daerah agar perbaikan fasilitas tersebut dapat masuk ke dalam program prioritas.

“Segera buat usulan tertulis agar bisa diproses melalui program revitalisasi,” tegas Bupati Yusuf.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan, Eric, menekankan pentingnya akurasi data dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan). Menurutnya, Dapodik adalah acuan utama bagi pemerintah pusat maupun daerah dalam menentukan kelayakan sekolah menerima bantuan.

“Seringkali kami jumpai sekolah yang butuh bantuan, namun datanya di Dapodik tidak lengkap atau tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Oleh karena itu, sinkronisasi data sangat krusial agar dana revitalisasi pendidikan tepat sasaran,” pungkas Eric.

No More Posts Available.

No more pages to load.