1 Mei Adalah Hari Kembalinya Papua ke Pangkuan NKRI

oleh -185 Dilihat
img 20260426 wa0075 11zon

BIAK NUMFOR, Revolusinews.com – Ketua Dewan Pimpinan Cabang Barisan Merah Putih Republik Indonesia (DPC BMP-RI) Kabupaten Biak Numfor, Frids S. Arfayan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meluruskan sejarah mengenai makna tanggal 1 Mei bagi tanah Papua.

Dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (26/4/2026), Frids menegaskan bahwa tanggal 1 Mei bukanlah hari kemerdekaan Papua seperti yang disalah pahami oleh sebagian kelompok, melainkan hari bersejarah Pembebasan Irian Barat atau integrasi Papua ke dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Meluruskan Catatan Sejarah Frids menjelaskan bahwa pemahaman sejarah yang benar sangat penting agar tidak terjadi distorsi informasi di tengah masyarakat. Berdasarkan fakta historis, berikut adalah poin-poin penting yang melandasi makna 1 Mei:

  • Penyerahan Administrasi (1963): Pada 1 Mei 1963, Otoritas Eksekutif Sementara PBB (United Nations Temporary Executive Administration atau UNTEA) secara resmi menyerahkan administrasi wilayah Irian Barat kepada pemerintah Indonesia. Hal ini merupakan tindak lanjut dari Perjanjian New York 1962.
  • Berakhirnya Penjajahan Belanda: Momen ini menandai berakhirnya kekuasaan kolonial Belanda di tanah Papua dan dimulainya proses reintegrasi wilayah tersebut ke pangkuan ibu pertiwi.
  • Legitimasi PEPERA (1969): Proses integrasi ini kemudian diperkuat melalui Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) tahun 1969. Hasilnya menunjukkan masyarakat Papua memilih tetap bersatu dengan Indonesia, yang kemudian disahkan dan diterima oleh Sidang Umum PBB.

“Mungkin ada perbedaan interpretasi di sebagian kecil masyarakat, namun berdasarkan catatan sejarah resmi internasional dan nasional, 1 Mei adalah simbol pembebasan dari penjajahan dan kembalinya Papua ke NKRI,” ujar Frids S. Arfayan.

Satu Hari, Dua Makna Penting Selain nilai sejarah bagi Papua, Frids juga mengingatkan bahwa tanggal 1 Mei diperingati secara global sebagai Hari Buruh Internasional (May Day).

“Dunia memperingati May Day sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para pekerja dalam meraih hak-hak yang adil. Jadi, bagi kita di Papua, 1 Mei memiliki makna ganda yang positif: semangat keadilan bagi pekerja dan semangat persatuan bangsa,” tambahnya.

Ajakan Menjaga Kondusifitas Menjelang peringatan tersebut, DPC BMP-RI Biak Numfor berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak berdasar. Sebaliknya, momen ini diharapkan menjadi ajang refleksi untuk memajukan Papua dalam bingkai kedaulatan Indonesia.

“Mari kita maknai sejarah dengan jernih. Fokus kita saat ini adalah bagaimana mengisi integrasi ini dengan pembangunan dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Papua,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.