Jelang HBT, Pemkab Indramayu Bersama Kemendes PDTT RI Lakukan Ziarah

oleh -3389 Dilihat
oleh
kemendes pdtt ri revolusinews revolusi news

INDRAMAYU, Revolusinews.com – Menjelang Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) Tahun 2022 yang jatuh pada tanggal 12 Desember, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu bersama Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI melakukan ziarah ke Makam Pionir Transmigrasi di Desa Sukra Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu Provinsi Jawa Barat pada Kamis (8/12/2022).

Ziarah ke Makam Pionir Transmigrasi Indramayu itu dilakukan dengan upacara tabur bunga dan doa bersama yang diikuti Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH MH CRA melalui Staff Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Setda Indramayu Drs H Sugeng Heryanto MSi, Direktur Jenderal (Dirjen) Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal pada Kemendes PDTT RI Ir Eko Sri Haryanto MM.

Selain itu juga dihadiri oleh Staff Ahli Menteri Bidang Pengembangan Ekonomi Lokal Dr Ir Ansar Husen MSi, dan Staff Ahli Menteri Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi R Hari Pramudiono SH MH, Forkopimda Kabupaten Indramayu dan Pejabat Pratama di lingkungan Kemendes PDTTRI.

Bupati Indramayu Hj Nina Agustina SH MH CRA dalam sambutan yang dibacakan oleh Drs H Sugeng Heryanto MSi menyampaikan, selamat memperingati HBT tahun 2022 yang ke 72, dan peristiwa kecelakan kendaraan yang membawa transmigran asal Kecamatan Ngandon Kabupaten Boyolali yang menempuh perjalanan untuk menuju lokasi transmigrasi yang terletak UPT Rumbiya, Provinsi Sumatera Selatan yang terjadi pada 11 Maret tahun 1974 silam sehingga mengakibatkan 67 orang meninggal dunia, tepatnya di Jembatan Kali Sewo Desa Sukra Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu menjadi tragedi yang akan selalu dikenang dan diperingati sebagai hari bhakti transmigrasi.

“Untuk itu saya atas nama pribadi dan Pemkab Indramayu mengucapkan selamat hari bhakti transmigrasi ke 72, semoga semangat perjuangan program transmigrasi yang telah dilakukan oleh pionir ini dapat terus dikenang dan dipertahankan,” katanya.

Dikatakannya, upacara tabur bunga yang dilaksanakan merupakan bentuk dan wujud penghormatan kepada para pejuang transmigrasi sudah barang tentu tidak terlepas dari upaya bagaimana mengisi dan memelihara kemerdekaan yang pada hakikatnya ingin mencapai kesejahteraan bersama, walaupun memang perlu perjuangan dan kerja keras dalam mewujudkan hal tersebut.

“Dengan makna ziarah ke makam pahlawan transmigrasi ini, mari kita ingat dan renungkan kembali semangat juang yang dicontohkan para pendahulu kita, walaupun harus mengorbankan segala yang dimilikinya untuk kepentingan yang lebih besar,” katanya.

Sementara, Dr Ir Ansar Husen MSi mengatakan, kegiatan ziarah dan upacara tabur bunga ini merupakan kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati hari bhakti transmigrasi

“Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenang peristiwa yang terjadi puluhan tahun silam tepatnya 11 Maret 1974,” katanya.

Lebih lanjut Ia mengatakan, para transmigran yang meninggal dalam peristiwa tersebut, kemudian ditetapkan sebagai pionir pembangunan transmigrasi karena merupakan bagian dari transmigran pertama di Indonesia yang diberangkatkan ke lokasi transmigrasi.

Ia mengungkapkan, untuk memperingati peristiwa tersebut sekaligus sebagai penghormatan para pendiri pembangunan transmigrasi, dibangunlah monumen yang ada di area pemakaman khusus pionir transmigrasi sehingga dapat menjadi pengingat bagi generasi penerus untuk selalu berjuang demi kejayaan bangsa dan negara Indonesia yang maju.

“Pada hari ini saya mengajak kepada semuanya, untuk menjadikan acara tabur bunga ini sebagai momen refleksi bersama demi kemajuan dan kebangkitan masyarakat Indonesia khususnya warga transmigran yang tersebar di beberapa pulau seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Dikatakannya, pelajaran yang dapat diambil dari peristiwa tersebut yakni hijrahnya warga yang akan bertransmigrasi dari pulau Jawa ke lokasi transmigrasi merupakan wujud konkrit dalam membangun transmigrasi secara nyata sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

“Hal ini dapat jadikan kita teladan bahwa untuk mencapai suatu tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan diperlukan kerja keras dan pengorbanan,” tutupnya.

Upacara tabur bunga diawali dengan penghormatan kepada para arwah para pahlawan transmigrasi kemudian dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga pada monumen dan diakhiri dengan doa bersama sekaligus tabur bunga di pusara 67 orang yang meninggal dunia pada peristiwa kecelakaan tahun 1974 yang dinobatkan sebagi pahlawan transmigrasi.

No More Posts Available.

No more pages to load.