BANDUNG, Revolusinews.com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut peristiwa aksi bom bunuh diri yang terjadi di Polsek Astanaanyar Kota Bandung Jawa Barat pada Rabu (7/12/2022) lalu sekira 8.20 WIB.
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dr Ahmad Ramadhan SH MH MSi mengatakan, pihaknya sedang melakukan pendalaman dan sudah meminta keterangan terhadap 18 orang saksi. Saksi terdiri dari 6 anggota Polsek Astanaanyar, 9 masyarakat, dan 3 dari keluarga pelaku.
“Jadi 3 saksi dari keluarga pelaku ini dimintai keterangan terkait dengan peristiwa bom bunuh diri tersebut. Bila ketiga (saksi) keluarga pelaku ini tidak ada keterlibatan tentu setelah pemeriksaan kita akan mengembalikan kepada keluarga,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dr Ahmad Ramadhan SH MH MSi di Polrestabes Bandung pada Kamis (7/12/2022).
Lebih lanjut Ia menjelaskan, bom yang digunakan oleh pelaku merupakan jenis bom panci. Bom itu mengakibatkan sebagian bangunan Kantor Polsek Astanaanyar mengalami kerusakan.
“Selain kerusakan terhadap benda atau bangunan juga mengakibatkan korban jiwa. Korban yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut ada 11 orang diantaranya 1 anggota polisi meninggal dunia, 9 anggota polisi luka, dan 1 masyarakat luka,” jelasnya.
Ia menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang.
“Kita tetap terus melakukan pengamanan, sterilisasi, dan melakukan hal-hal yang tujuannya melindungi masyarakat,” ucapnya
Sementara, Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo SIK MSi mengatakan, pemeriksaan masih berlangsung di Satuan Reskirm sudah dilaksanakan 18 orang saksi.
“Ada memang dari keluarga yang terdiri dari Ibu, Paman, dan Kakeknya. Itu dipanggil untuk dimintai keterangan,” tutup Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Ibrahim Tompo SIK MSi.












