INDRAMAYU, Revolusinews.com – Dengan semangat membangun pendidikan yang berkarakter, Anggota DPR RI Komisi X H. Dedi Wahidi secara resmi membuka workshop penyusunan Rencana Kegiatan Pembelajaran Semester (RKPS) bagi ratusan dosen di lingkungan Universitas Darul Ma’arif NU Kaplongan.
Sebagai Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, H. Dedi Wahidi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan mutu pendidikan di kampus binaan.
Workshop yang berlangsung di Graha Seni Yayasan Darul Ma’arif Kaplongan, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu Jawa Barat ini diikuti oleh puluhan dosen dari 8 Program Studi UDM NU Kaplongan, serta para guru di lingkungan yayasan. Turut hadir sebagai narasumber Dr. Lukman, S.T.,M. Hum., Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, dan Dr. H. Jaja Wisesa, M. Hum., Calon Guru Besar Universitas Swadaya Gunung Jati Cirebon.
Dalam sambutan utamanya, H. Dedi Wahidi mengapresiasi langkah UDM NU Kaplongan yang konsisten meningkatkan kualitas pembelajaran. Ia menyebut RKPS sebagai elemen paling vital dalam proses akademik.
“RKPS adalah ruh dari proses pembelajaran. Kalau RKPS-nya bagus, InsyaAllah lulusannya akan berkualitas dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara,” tegas H. Dedi Wahidi di hadapan para peserta.
Lebih lanjut, ia menekankan tanggung jawab besar yayasan dalam mencetak generasi penerus.
“Kita tidak hanya mencetak mahasiswa yang cerdas secara akademik. Tapi juga yang kuat iman, berakhlak mulia, dan cinta NKRI. Itu harga mati bagi kita di Yayasan Darul Ma’arif,” ujarnya.
Rektor UDM NU Kaplongan Dr. Tobroni, M.Pd.,M.Si. turut mendukung arahan tersebut. Ia menyebut RKPS sebagai dokumen wajib dan jantung pembelajaran di perguruan tinggi.
“RKPS bukan sekadar administrasi. Ini adalah komitmen kita untuk memberikan pembelajaran yang terukur, bermutu, dan berorientasi pada capaian. Dosen harus menjadi desainer pembelajaran yang hebat,” kata Rektor.
Dr. Tobroni juga mendorong seluruh dosen mengintegrasikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah dalam setiap materi perkuliahan sebagai ciri khas kampus. Ia mengutip BJ. Habibie, Ki Hajar Dewantara, dan Nelson Mandela untuk mengingatkan bahwa dosen adalah panggilan sejarah yang mampu mengubah arah kehidupan mahasiswa melalui ilmu dan keteladanan.
Materi teknis disampaikan oleh dua narasumber. Dr. H. Jaja Wisesa,M.Hum. menekankan pentingnya keselarasan antara CPL Prodi, CPMK, dan Sub-CPMK dalam penyusunan RKPS berbasis OBE, serta teknik penyusunan rubrik penilaian agar hasil belajar mahasiswa terukur secara objektif.
Sementara Dr. Lukman, S.T., M.Hum. menyoroti penguatan metode pembelajaran aktif dan integrasi nilai-nilai luhur.
“Dosen UDM NU Kaplongan harus mampu menciptakan suasana kelas yang tidak hanya transfer ilmu tetapi juga transfer karakter. RKPS yang baik adalah RKPS yang bisa dijalankan, diukur dan dievaluasi. Jangan sampai dokumennya bagus di atas kertas tapi tidak menyentuh mahasiswa,” pungkasnya.
Workshop ini diharapkan menjadi langkah nyata UDM NU Kaplongan di bawah pembinaan H. Dedi Wahidi untuk melahirkan lulusan yang unggul. Acara ditutup dengan sesi foto bersama seluruh peserta, narasumber, dan jajaran pimpinan yayasan sebagai simbol kebersamaan dan komitmen bersama.






