Riska Krisnawan Siap Bangun Desa Setelah Ikuti Pelatihan Internasional di Tiongkok

oleh -19 Dilihat
oleh
img 20260808 wa0010 11zon

Oleh: Riska Krisnawan (Kepala Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal,Kabupaten Serang)

SERANG, Revolusinews.com – Riska Krisnawan, Kepala Desa Sukaratu, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, Provinsi Banten salah satu dari 25 kepala desa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok.

Keikutsertaan Riska dalam program internasional tersebut menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Desa Sukaratu sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Serang dan Provinsi Banten di tingkat internasional. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa melalui pembelajaran mengenai pembangunan desa berbasis inovasi, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.

img 20260808 wa0014 11zon

Kepada Revolusinews.com Biro Kabupaten Serang, Jum’at (7/08/2026), Riska mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya mewakili Kecamatan Cikeusal untuk mengikuti pelatihan tersebut.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti program pelatihan kader desa Indonesia bersama para kepala desa dari berbagai wilayah di Indonesia. Ini merupakan pengalaman yang sangat berharga untuk mengenyam ilmu yang nantinya dapat diterapkan demi kemajuan Desa Sukaratu,” ujar Riska.

Program Pelatihan Kader Desa Indonesia merupakan bagian dari kerja sama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dalam memperkuat kapasitas aparatur pemerintahan desa.

img 20260808 wa0011 11zon

Kegiatan ini merupakan undangan dari Kementerian Perdagangan Republik Rakyat Tiongkok dan diselenggarakan oleh Pusat Layanan Kerja Sama Internasional Kementerian Pertanian dan Urusan Perdesaan Republik Rakyat Tiongkok. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia bersama Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok di Jakarta.

Seluruh biaya pelaksanaan program ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok sehingga seluruh peserta dapat mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara optimal.

Selama mengikuti pelatihan di Negeri Tirai Bambu, para peserta mendapatkan berbagai materi mengenai pembangunan desa, penguatan ekonomi masyarakat, modernisasi pertanian, ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi dalam tata kelola pemerintahan desa.

Selain pembelajaran di dalam kelas, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah kawasan pertanian modern serta desa-desa yang berhasil mengembangkan ekonomi masyarakat melalui tata kelola pemerintahan yang efektif.

img 20260808 wa0013 11zon

Program pembelajaran dilaksanakan di tiga wilayah, yakni Beijing, Yunnan, dan Changsha, Provinsi Hunan. Di lokasi tersebut, para peserta mempelajari berbagai model pembangunan desa yang sukses diterapkan di Tiongkok, mulai dari modernisasi sektor pertanian, penguatan kelembagaan petani, pemberdayaan masyarakat, hingga strategi pengembangan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

Riska menilai pengalaman selama mengikuti pelatihan memberikan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan dalam pembangunan Desa Sukaratu.

Menurutnya, kemajuan desa tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran yang dimiliki, tetapi juga bergantung pada kepemimpinan yang visioner, kolaborasi seluruh elemen masyarakat, serta kemampuan pemerintah desa menghadirkan berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Banyak pengalaman yang bisa kami terapkan di Desa Sukaratu, terutama dalam pengembangan sektor pertanian, peningkatan kapasitas aparatur desa, serta pemberdayaan masyarakat agar lebih mandiri dan produktif,” katanya.

img 20260808 wa0008 11zon

Dalam kesempatan tersebut, Yanto juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., serta Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, Ahmad Riza Patria, yang telah memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kapasitas aparatur pemerintahan desa melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd., serta Bapak Wakil Menteri Desa, Ahmad Riza Patria, atas dukungan dan kesempatan yang diberikan kepada kami untuk mengikuti Program Pelatihan Kader Desa Indonesia di Republik Rakyat Tiongkok. Insyaallah ilmu, pengalaman, dan inovasi yang kami peroleh akan kami terapkan, demi kemajuan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tendas Riska

Ia berharap program peningkatan kapasitas aparatur desa seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak kepala desa di Indonesia yang memperoleh kesempatan belajar dari berbagai negara dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan, memperkuat sektor pertanian, meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Sebelum diberangkatkan ke Republik Rakyat Tiongkok, seluruh peserta pelatihan secara resmi dilepas oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, H. Yandri Susanto, S.Pt., M.Pd. Pelepasan tersebut menjadi simbol kepercayaan pemerintah kepada para kepala desa yang dipilih sebagai agen perubahan dalam mendorong percepatan pembangunan desa di Indonesia.

img 20260808 wa0016 11zon

Usai menyelesaikan pelatihan, Riska berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi serta menghadirkan berbagai inovasi yang dapat diterapkan di Desa Sukaratu, menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari program internasional tersebut akan menjadi bekal penting dalam membangun tata kelola pemerintahan desa yang profesional, transparan, inovatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Masyarakat Desa Sukaratu berharap pengalaman internasional yang dibawa Riska dapat diwujudkan melalui berbagai program nyata, khususnya dalam mempercepat pembangunan desa, meningkatkan kesejahteraan warga, memperkuat sektor pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan