Kemenpar RI Gelar Sertifikasi Desa Wisata Berkelanjutan di Ekowisata Keranggan Tangsel

oleh -181 Dilihat
img 20260429 wa0006 11zon

TANGERANG, Revolusinews.com – Asisten Deputi Perancangan Destinasi Pariwisata (Asdep PDP), Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, Kementrian Pariwisata Republik Indonesia, menggelar acara sosialisasi dan pendampingan penilaian mandiri, untuk program sertifikasi desa wisata berkelanjutan 2026, yang diselenggarakan di Kampung Ekowisata Keranggan Tangsel pada Selasa – Rabu (28-29/04/2026).

Acara ini dilakukan secara daring dan dibuka oleh Muh Nurdin, Asdep PDP, diikuti 7 desa wisata untuk program sertifikasi, 2 desa wisata untuk program pengukuran capaian implementasi standar kreteria dan diikuti juga perwakilan dari dinas pariwisata provinsi.

Rangkaian kegiatan di hari pertama dipandu oleh moderator Mukhamad Tafdhila dengan materi:

  • Tujuan sertifikasi desa wisata dan standar kriteria keberlanjutan lingkungan disampaikan oleh Dr. Frans Teguh.
  • Teknis pedoman/skema,  juknis dan standar berkelanjutan ekonomi dijelaskan oleh Prof. Dr  Diena M. Lemy.
  • Jadwal, PIC visitasi lapangan dan standar berkelanjutan budaya dipaparkan oleh Dr. Amelda Prameswary.
  • Cara penggunaan aplikasi oleh Aryo dan Tomi (tim  ISTC).
  • Matrik standar penilaian dan standar  pengelolaan berkelanjutan ditampilkan oleh Anastasia Manuella, SH, MISTM.

Kegiatan di hari  kedua akan dilakukan proses pengisian penilaian mandiri dan unggah dokumen oleh masing masing peserta  desa wisata.

Ada 7 peserta Desa Wisata untuk program sertifikasi, yaitu:

  1. Silokek, Kab. Sijunjung Sumbar.
  2. Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu DKI Jakarta
  3. Wringin Anom, Kab. Malang, Jatim.
  4. Bantaragung, Kab. Majalengka, Jabar
  5. Undusan, Kab Bangli, Bali.
  6. Edelweiss, Kab.Pasuruan, Jatim.
  7. Kampung Prai Ijing, Kab. Sumba Barat, NTT.

Sedangkan peserta  program desa wisata pengukuran capaian implementasi standar kriteria dan indikator pariwisata berkelanjutan ada 2 yakni:

  1. Gunung Dampo, Kota Pagar Alam, Sumsel.
  2. Kampung Ekowisata Keranggan, Tangsel, Banten.

Ketua tim Destinasi Pariwisata Berkelanjutan, Asdep PDP Rickayatul Muslimah, menjelaskan  bahwa  harapan dan target dari sosialisasi ini peserta desa wisata mendapatkan pencerahan terkait 174 indikator yang disertifikasi dari proses upload dokumen sampai dengan visit tim ISTC di lapangan hingga mendapatkan sertifikasi.

“Pembiayaan sertifikasi yang dicover hanya 6 yaitu 4 dari Kementrian Pariwisata RI dan 2 dari Bakti BCA,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.