PEMALANG, Revolusinews.com – Proyek pengadaan jasa katering di RSUD dr. M. Ashari Kabupaten Pemalang senilai Rp1,349 miliar kembali mengalami kegagalan dalam proses lelang untuk kedua kalinya. Berdasarkan hasil klarifikasi tim wartawan, manajemen rumah sakit memastikan langkah lanjutan akan segera ditempuh melalui mekanisme tender ulang ketiga.
Kepala Bidang Penunjang RSUD, dr. Aris Munandar, melalui Kepala Seksi Penunjang Supriyanto, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengajukan proses tender ulang kepada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pemalang. Langkah ini diambil guna menjaga keberlanjutan layanan kebutuhan konsumsi pasien di rumah sakit.
“Pengajuan sudah kami sampaikan ke LPSE untuk dilakukan tender ulang ketiga. Kami tetap mengikuti prosedur yang berlaku agar proses berjalan sesuai aturan,” ujar Supriyanto saat dikonfirmasi, Selasa (28/4/2026). sekitar pukul 13,30 WIB.
Terkait kekhawatiran keterbatasan waktu pelaksanaan kegiatan, pihak RSUD memastikan bahwa jadwal masih dalam batas aman. Manajemen menilai waktu yang tersedia masih cukup untuk menjalankan kembali proses lelang hingga penetapan penyedia jasa.
Dalam proses tender ulang kedua, tercatat lima perusahaan yang mendaftar sebagai peserta. Namun, hanya satu perusahaan yang mengajukan penawaran harga, sementara peserta lainnya tidak melengkapi dokumen maupun persyaratan administrasi yang ditentukan.
Kondisi tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi, termasuk dugaan minimnya persaingan yang sehat dalam proses lelang. Meski demikian, pihak RSUD menegaskan bahwa seluruh tahapan telah berjalan terbuka dan sesuai mekanisme yang ditetapkan dalam sistem LPSE.
Hasil evaluasi tim pengadaan menunjukkan bahwa seluruh peserta dinyatakan tidak memenuhi syarat administrasi. Termasuk satu-satunya penawar, yang dinilai belum memenuhi kualifikasi teknis, khususnya terkait tenaga pendukung dan spesifikasi layanan yang diajukan.
Pihak RSUD dr. M. Ashari Kabupaten Pemalang menegaskan bahwa tidak ada intervensi dalam proses ini. “Kami berkomitmen menjaga transparansi dan akuntabilitas. Semua murni hasil evaluasi sistem dan tim pengadaan sesuai regulasi,” tambah Supriyanto dalam keterangannya.
Dengan kembali gagalnya proses lelang tersebut, manajemen berharap tender ulang ketiga dapat diikuti lebih banyak peserta yang kompeten. RSUD juga menekankan pentingnya kualitas layanan katering, mengingat hal tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan dan keselamatan pasien.









