Miris! Proyek Jalan Rp5,8 Miliar Disorot, K3 Material Dipertanyakan

oleh -37 Dilihat
img 20261008 wa0032 11zon

PEMALANG, Revolusinews.com — Proyek pekerjaan jalan Kabupaten Pemalang dengan nilai kontrak sekitar Rp5,8 miliar menjadi perhatian. Sorotan muncul terkait penerapan keselamatan kerja (K3), penggunaan material, hingga metode pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Pekerjaan tersebut merupakan kegiatan DPUPR Kabupaten Pemalang Paket 6 dengan nilai kontrak tercatat Rp5.808.888.888,88. Anggaran itu disebut digunakan untuk pekerjaan di dua lokasi, yakni Desa Karangtengah, Kecamatan Ampelgading, dan Desa Pedurungan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah.

Pantauan wartawan pada Kamis (8/10/2026) siang di Desa Karangtengah menunjukkan puluhan pekerja sedang melaksanakan pembangunan sender jalan. Namun, sejumlah pekerja terlihat diduga belum menggunakan perlengkapan keselamatan kerja secara lengkap sebagaimana standar pekerjaan konstruksi.

Selain persoalan K3, metode pekerjaan pasangan di lokasi juga menjadi perhatian. Adukan pasangan terlihat dibuat secara manual tanpa menggunakan mesin molen. Kondisi tersebut perlu mendapat penjelasan mengenai standar pelaksanaan dan mutu adukan yang dipersyaratkan dalam pekerjaan bernilai miliaran rupiah.

Mandor proyek, Tolani, saat ditemui wartawan menjelaskan bahwa pekerjaan tersebut menggunakan satu anggaran untuk dua lokasi. “Satu anggaran, tapi dua lokasi. Di sini Desa Karangtengah dan satu lagi di Desa Pedurungan, Serang,” ujarnya.

Menurut Tolani, papan informasi proyek berada di sebelah timur lokasi pekerjaan. Ketika ditanyakan mengenai nilai anggaran, ia menyebut angka yang tercantum pada papan proyek merupakan anggaran yang sama untuk pekerjaan di dua lokasi tersebut.

Di sisi lain, keberadaan pihak pelaksana kegiatan di lokasi juga menjadi perhatian. Seorang yang disebut merupakan pihak pelaksana, ketika disapa justru menjauh ketika mengetahui keberadaan awak media di lokasi proyek.

Sementara itu, material yang digunakan juga menjadi perhatian. Semen yang terlihat di lokasi disebut bermerek Rajawali. Penggunaan material tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian dengan spesifikasi teknis dalam kontrak, sehingga diperlukan klarifikasi dari pelaksana maupun DPUPR Kabupaten Pemalang.

Sejumlah merek semen seperti Gresik maupun Tiga Roda juga umum digunakan pada pekerjaan konstruksi berskala besar. Namun, penilaian kualitas tidak semata-mata berdasarkan merek, melainkan harus mengacu pada spesifikasi teknis, standar mutu, serta dokumen pengadaan yang berlaku.

Dengan nilai proyek mencapai miliaran rupiah, aspek keselamatan pekerja, metode pelaksanaan, kualitas adukan, serta kesesuaian material menjadi hal yang patut diperhatikan. Sampai berita ini disusun, pihak pelaksana maupun DPUPR Kabupaten Pemalang masih perlu memberikan penjelasan lebih lanjut terkait temuan tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.