SERANG,Revolusinews.com — Polemik pelayanan ambulans di UPT Puskesmas Cikeusal, Kabupaten Serang, memasuki babak baru. Setelah keluarga pasien dan pihak Puskesmas memberikan keterangan berbeda terkait proses rujukan pasien pada Minggu (13/9/2026), kini sorotan mengarah kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Serang. Selasa (15/09/2026).
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Serang, Dr. Euis Sukmawati ,telah dimintai tanggapan terkait persoalan tersebut. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban maupun penjelasan resmi yang disampaikan.
Permintaan konfirmasi dilakukan untuk meminta kejelasan Dinkes mengenai prosedur penggunaan ambulans, mekanisme rujukan pasien, hingga dugaan adanya kesulitan pasien memperoleh fasilitas ambulans ketika membutuhkan rujukan ke rumah sakit.
Diamnya pejabat Dinkes di tengah polemik tersebut tentu menimbulkan tanda tanya.
Sebab, persoalan ini bukan sekadar soal ada atau tidaknya dua unit ambulans di Puskesmas Cikeusal. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana negara memastikan seorang pasien yang membutuhkan rujukan memperoleh pelayanan yang aman, cepat, dan sesuai prosedur.
Terlebih, terdapat dua versi yang kini berhadapan.
Pihak keluarga pasien mengaku kecewa karena pasien akhirnya harus mencari kendaraan sendiri pada malam hari. Sementara Kepala UPT Puskesmas Cikeusal, dr. Siti Lolo Sundari, menyatakan pasien justru memilih berangkat sendiri dan disebut telah menolak fasilitas ambulans.
Lantas, versi mana yang sebenarnya benar?
Di sinilah peran Dinas Kesehatan Kabupaten Serang seharusnya hadir. Bukan sekadar menerima klarifikasi dari bawahannya, tetapi memeriksa fakta di lapangan dan memastikan apakah prosedur pelayanan benar-benar telah dijalankan.
Apalagi jika benar terdapat dua ambulans yang tersedia, publik berhak mengetahui mengapa fasilitas tersebut tidak digunakan untuk mengantar pasien yang disebut membutuhkan rujukan.
Sebaliknya, jika pasien memang secara sadar menolak diantar ambulans, Dinkes juga harus berani menjelaskan fakta tersebut secara terbuka agar tidak muncul kesan bahwa Puskesmas mengabaikan kebutuhan pasien.
Jangan sampai publik hanya disuguhi dua versi cerita, sementara instansi yang memiliki kewenangan melakukan evaluasi justru memilih diam.
Hingga berita ini diterbitkan, Dr. Euis Sukmawati selaku Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Serang belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi.
Publik pun menunggu: apakah Dinkes akan turun tangan memeriksa persoalan ini, atau polemik pelayanan ambulans Puskesmas Cikeusal akan dibiarkan menguap tanpa kejelasan.
Satu hal yang harus dijawab: ketika pasien membutuhkan rujukan di tengah malam, siapa yang bertanggung jawab memastikan pasien sampai ke rumah sakit dengan aman.
Reporter: Wahyu Ceko






