SPBU dan SPBUN Pertamina Siap Lapor BPK RI

oleh -307 Dilihat
img 20260124 wa0023 11zon

CIREBON, Revolusinews.com- Sejak hari Kamis berduyun-duyun banyak berdatangan Owner- Pengawas SPBU/SPBUN Pertamina di kantor Sals Area! Manager(SAM) Region III untuk melaporkan kegiatan Penjualan di SPBU masing-masing selama kurun waktu 1 tahun.

Dari pantauan Awak media Para Owner, Pengurus SPBU/SPBUN Pertamina antrian antusias dalam laporan tahunan kelihatan ceria apabila laporan itu benar dan langsung diterima oleh ceker Pertamina, ada juga yang panik apabila laporan itu ada yang salah harus direvisi ulang dan balik lagi ke SPBU tapi ini sudah menjadi kewajiban SPBU dan SPBUN Pertamina yang menjual BBM Bersubsidi, hal ini untuk mempermudah Pemerintah untuk membayar jumlah subsidi yang dikeluarkan.

Disambangi Media salah satu Owner yang identitasnya, disebutkan menerangkan, laporan BPK RI ini dilakukan setiap tahun pada akhir tahun atau paling lambat masih di bulan Januari.

Team Pertamina Sals Area Manager (SAM) Region III membawahi Cirebon kota, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Indramayu di hubungi awak media menerangkan bahwa SPBU/SPBUN Pertamina diwajibkan tiap tahun untuk membuat laporan BPK RI sebagai tanggung jawab menyalurkan Bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi untuk mempermudah Pemerintah dalam pembayaran tagihan subsidi yang dikeluarkan oleh Pertamina, dasar laporan tersebut mempunyai rumus stok awal di tambah Do Masuk di kurangi penjualan, tes Observasi Densiti, sirkulasi, tera dihitung melalui totalisator yang di cocokan akurasinya dengan dasbor digitalisasi yang ada di server, bentuk laporanya dibuat secara pdf dan dikirim via email, serta bentuk fisiknya di antarkan ke kantor Sals Area Manager (SAM) Cirebon.

Ditemui terpisah Pengawas SPBUN Dadap Juntinyuat, Wahid mengatakan “laporan BPK RI dari hari kamis tapi salah perlu di revisi jadi saya sudah dua kali ke kantor SAM, mudah-mudahan sekarang bisa keterima laporan saya tutupnya” . HD.Sumantri

No More Posts Available.

No more pages to load.