Viral! Kepala Desa di Petarukan Diduga Cekik dan Ancam Kolektor

oleh -520 Dilihat
inshot 20260329 021205529 (9)
Seorang petugas kolektor leasing mendatangi rumah nasabah untuk mengingatkan kewajiban pembayaran yang telah menunggak selama empat bulan. Foto ilustrasi ini diambil pada Rabu (24/3/2026).

PEMALANG, Revolusinews.com– Kepala Desa Sirangkang berinisial WD tengah menjadi sorotan di media sosial menyusul rencana aksi demonstrasi yang akan digelar oleh Aliansi Pantura Bersatu di halaman Kantor Desa Sirangkang, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang pada 2 April 2026. Aksi tersebut dipicu dugaan penindasan dan intimidasi terhadap seorang karyawan leasing berinisial Rk.

Menanggapi hal itu, Kapolsek Petarukan, AKP Amroni, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Sabtu (28/3) petang sekitar pukul 18,12 WIB, ia membenarkan bahwa laporan terkait kasus tersebut telah masuk ke pihak kepolisian. “Oh ya betul, sudah masuk polsek dan masih dalam proses lidik,” ungkapnya.

Peristiwa ini bermula ketika seorang kolektor bernama Rk, di Petarukan, mendatangi rumah WD pada Rabu 24 Maret 2026 untuk menagih angsuran kredit dengan jaminan BPKB sepeda motor. Namun, menurut keterangan WD saat ditemui wartawan di kediamannya, terjadi perbedaan versi terkait insiden tersebut. Ia mengaku hanya beradu argumen dengan kolektor karena meminta penangguhan waktu pembayaran.

WD menjelaskan bahwa dirinya tersinggung atas ucapan kolektor yang dinilai merendahkan, bahkan menyarankan agar motornya dijual. “Saya merasa dihina, sehingga emosi dan menantangnya untuk melaporkan ke polisi jika tidak terima,” paparnya. Ia juga mengakui telah dilaporkan dalam dua perkara berbeda, yakni terkait uang tanda jadi jual beli tanah serta persoalan tagihan leasing tersebut, ujarnya.

Berdasarkan keterangan korban kepada wartawan, insiden tersebut terjadi saat dirinya menjalankan tugas penagihan di rumah nasabah Dusun Sipelem yang kebetulan suaminya Kepala Desa, terangnya.

Melalui pesan WhatsApp, Sabtu (28/3) malam pukul 22.12 WIB, Rk menjelaskan kejadian berlangsung pada Rabu siang sekitar pukul 10.30 WIB di ruang tamu. Saya kan, datang dengan itikad baik untuk menagih tunggakan, namun oknum kades yang merupakan suami nasabah diduga emosi hingga mencekik saya sebanyak dua kali, paparnya.

Selain itu, Rk juga mengaku mendapat ancaman akan dilempar piring dan toples ke arah dirinya. Bahkan Pak Kades sempat berkata, “kalau kamu cowok sudah tak bacok, awas kalau bertemu lagi.” Ancaman tersebut disampaikan dengan nada tinggi yang membuat saya merasa takut dan terintimidasi, ungkapnya.

Rk menegaskan kedatangannya murni menjalankan tugas dari kantor karena adanya tunggakan angsuran selama empat bulan berturut-turut. Ia menyebut pihak keluarga nasabah kerap menghindar, keluarganya selalu bilang tidak di rumah saat didatangi, serta sulit dihubungi melalui telepon, sehingga penagihan tidak pernah terselesaikan. Sementara kasus ini kini masih dalam penanganan pihak kepolisian, tutupnya.


No More Posts Available.

No more pages to load.