INDRAMAYU, Revolusinews.com – Salah satu penerima program pembangunan Rutilahu (Rumah tidak layak huni) dari pihak Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Indramayu, mengeluhkan adanya seorang oknum yang tidak bertanggungjawab.
Hal ini dikatakan T yang mengeluh dan merasa kecewa karena Ibu kandungnya yakni S warga Desa Jumbleng yang mendapatkan bantuan rutilahu, dimintai uang senilai Rp.500.000 oleh seorang oknum “AN” dengan alasan untuk pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) rutilahu.
“AN (Oknum) datang ke rumah, saat itu ada saya dan ibu saya, minta uang Rp 500 ribu, katanya sih untuk bikin SPJ. Karena dia maksa dan sering menelpon saya terus terusan, saya baru kasih 300 ribu ke dia. Ibu saya dapat bantuan dari Baznas, dikasih 10 juta untuk rutilahu. Uangnya kan untuk bangun rutilahu, trus masa dia minta uang untuk SPJ,” kata T kepada RNews pada Sabtu (2/9/2023).
Dikatakannya, yang mendapat bantuan rutilahu itu ada 3 (Tiga) orang, di Desa Jumbleng ada 2 (Dua) orang dan 1 (Satu) orang di Desa Ranjeng.
“Saya kurang tahu apakah selain ibu saya, dimintain gak nya sama dia,” kata T
Adanya seorang oknum “AN” yang meminta uang kepada salah satu penerima bantuan rutilahu dengan alasan untuk biaya pembuatan SPJ, T berharap adanya tindakan dari pihak Baznas Kabupaten Indramayu agar tidak ada lagi penerima bantuan rutilahu yang mengeluhkan dan merasakan kecewa.












