PEMALANG, Revolusinews.com – Warga di tiga RT wilayah RW 04 Jatimulyo, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, mulai resah dengan kondisi saluran drainase yang disebut warga menerima aliran limbah dari dapur SPPG MBG 008 Jatimulyo Petarukan, Rabu (26/8/2026).
Keluhan terutama datang dari warga yang rumahnya berada di sekitar saluran drainase. Mereka mengaku mulai mencium bau tidak sedap yang sebelumnya, menurut warga, tidak muncul ketika dapur MBG belum beroperasi.
“Sekarang udara di sini mulai bau dari saluran ini. Dulu sebelum ada dapur MBG, apalagi saat musim panas, tidak ada air di selokan ini,” ujar Ahmad, warga RT 07, kepada media sekitar pukul 15.38 WIB.
Menurut Ahmad, kondisi tersebut mulai dirasakan setelah adanya aliran air dari aktivitas dapur MBG yang diarahkan menuju saluran drainase di sekitar permukiman. Ia berharap kondisi tersebut segera mendapat perhatian dan pemeriksaan dari pihak terkait.
Keluhan serupa disampaikan Indah, warga RT 08 yang rumahnya berada di sebelah barat dapur SPPG. Ia menyebut saluran di depan rumahnya mulai menimbulkan bau setelah menerima aliran yang diduga berasal dari aktivitas dapur tersebut.
“Harapan kami pihak dapur segera melakukan evaluasi dan membuat saluran terpisah agar tidak mengganggu kesehatan serta kenyamanan lingkungan,” kata Indah. Ia menambahkan, warga yang terdampak berada mulai dari sisi barat dapur hingga kawasan permukiman RT 08 dan sebagian wilayah RT 07.
Hasil konfirmasi media kepada Ketua RT 09, Debyo, menyebutkan bahwa sebelumnya pernah ada informasi mengenai rencana penyedotan limbah menggunakan truk tangki. “Bulan lalu, saat pertama dapur berdiri, katanya mau ada penyedotan menggunakan truk tangki dari pihak dapur,” ungkap Debyo.
Sementara itu, Ketua RW setempat, Bejo, saat dikonfirmasi pada Rabu siang (26/8), mengatakan dirinya telah berkoordinasi dengan jajaran Kelurahan Petarukan terkait keluhan warga mengenai air limbah dari dapur MBG. Bejo juga mengaku sejak awal pembangunan dapur MBG dirinya tidak menerima tembusan secara langsung, sementara kemungkinan pihak RT pernah mendapatkan informasi dari pengelola dapur.
Pihak Kelurahan Petarukan yang dikonfirmasi media pada hari yang sama menyampaikan bahwa tidak ada komunikasi khusus terkait persoalan tersebut. Pihak kelurahan menjelaskan, sebelumnya memang pernah ada kedatangan pihak terkait, namun sebatas urusan administrasi dan surat-menyurat. Hingga berita ini diturunkan, keluhan warga tersebut masih menjadi perhatian di lingkungan sekitar dan diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui pemeriksaan serta penanganan sesuai ketentuan lingkungan yang berlaku.






