INDRAMAYU, Revolusinews.com – Proyek Jalan beton bantuan provinsi (Banprov) Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu panjang 160, lebar 2.50 dan tinggi 0.15 meter dengan angaran Rp 98 juta rupiah diduga mangkrak selama 2 minggu.
Pantauan di lokasi menunjukkan tidak ada aktivitas pengerjaan, sementara ketinggian jalan yang sudah terbentuk juga dipertanyakan karena hanya mencapai 10 cm.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Tinumpuk maupun Sekertaris Desa Tinumpuk melalui telepon seluler tidak ada yang aktif nomor selulernya ke +62 813-9446-8*** hingga mendatangi di kantor balai desa Tinumpuk Jumat (9/1/2026).
Warga sekitar menyayangkan terhentinya pengerjaan proyek yang seharusnya memperbaiki infrastruktur desa. Selain dampak mangkraknya pekerjaan, kekhawatiran juga muncul terkait spesifikasi teknis. Ketinggian jalan yang saat ini sekitar 10 cm dianggap tidak memadai untuk ketahanan pekerjaan leveling matrial batu sirtu kelas c tidak ada sehingga fungsi proyek jalan yang tidak sesuai spek.
“Tidak ada penjelasan apapun dari Pemerintah Desa Tinumpuk saat ini area proyek jalan penghubung kedua desa tersebut yaitu Desa Pondoh dengan Desa Tinumpuk sedang dikerjakan namun tidak kunjung selesai, sehingga kedua desa masayarakat tersebut tidak bisa melewati jalan. Oleh karena itu, untuk pemerintah Desa Tinumpuk agar menyelesaikan pekerjaan proyek jalan di lokasi perbatasan desa tersebut ,” ujar warga.

Dengan tidak adanya penjelasan dari pemerintah Desa Tinumpuk ini kami meredam pertanyaan warga. Mereka berharap pemerintah kecamatan Juntinyuat mau pun Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD)Kabupaten Indramayu turun melakukan monev agar proyek jalan yang bersumber dari dana pemerintah provinsi Jawa Barat ini tidak terbengkalai lama dan tetap memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan
Sampai saat ini dari pantauan sudah hampir 2 minggu belum ada penyelesaian kegiatan, dan setelah dari tim Media Revolusinews.com Biro Indramayu berusaha menghubungi lewat via telpon sudah tidak bisa dihubungi.
Diharapkan ada komunikasi lebih lanjut dari pihak desa maupun pelaksana kepada masyarakat mengenai penyelesaian proyek jalan serta langkah-langkah untuk memastikan ketinggian dan kualitas jalan sesuai dengan perencanaan awal
“Kami sudah lama menunggu perbaikan jalan ini. Tapi kalau berhenti hampir 2 minggu dan hasilnya pun tidak sesuai, ya kami masyarakat jadi kecewa. Jangan sampai dana Banprov Jawa Barat tahun 2025 ini tidak optimal manfaatnya untuk warga desa Tinumpuk ini.
Pemerintah kecamatan Juntinyuat,DPMD dan Inspektorat kabupaten Indramayu harus awasi, jangan hanya serahkan ke pihak kepala desa tanpa kontrol yang jelas. Seharusnya kuwu eka munandar dimasa akhir jabatan sebagai kepala desa Tinumpuk memberikan kado terbaik kepada masyarakat Tinumpuk bukan sebaliknya,” tutup warga desa Tinumpuk.












