Perangkat Desa Diteror Gara-gara Biliyard Ilegal, Pelakunya Diduga Rekan Sekantor

oleh -1325 Dilihat
oleh
img 20250512 wa0003

PEMALANG, Revolusinews.com – Dunia pemerintahan desa mendadak heboh! Seorang perangkat desa di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah diteror habis-habisan oleh rekannya sendiri hanya karena menolak tutup mata terhadap bisnis biliyard ilegal.

Yasin, sang korban, mengaku awalnya hanya mengabaikan pesan-pesan bernada ancaman. Tapi ketika teror berubah jadi telepon langsung dan tekanan mental, ia tak tahan lagi. “Saya lapor polisi, saya merasa benar-benar terancam,” ungkap Yasin saat ditemui di rumahnya, Sabtu (10/5/2025) sekitar pukul 16,53 WIB.

Usut punya usut, sumber masalahnya adalah tempat biliyard yang beroperasi secara liar di Desa Sirangkang. Tempat ini ternyata tak punya izin resmi dari Pemkab maupun Pemprov, tapi anehnya tetap bebas beroperasi. Warga sempat akan protes, bahkan Kadus pun sudah siap memimpin aksi, tapi tiba-tiba semuanya dibatalkan secara misterius. Ada apa sebenarnya di balik semua ini?

img 20250512 wa0004

Kades Sirangkang, Wardi, pun angkat bicara. Ia mengaku baru tahu dari laporan warga. “Kita akan bantu mediasi kedua pihak. Besok saya ikuti ke jalur hukum dan tetap mengedepankan penyelesaian sesuai aturan,” ujarnya. Namun warga masih bertanya-tanya: mengapa mediasi baru digagas setelah kasus ini viral?

Yang bikin geger, pelaku teror terhadap Yasin diduga adalah sama-sama Perangkat di kantor desa yang punya hubungan dekat dengan pengelola biliyard. Bahkan anaknya disebut-sebut ikut kerja di lokasi itu. Makin panas, karena pengelolanya dikabarkan adalah seorang kepala desa dari wilayah Comal yang konon dapat ‘lampu hijau’ dari tokoh desa setempat.

Tempat biliyard itu dulunya pergudangan, kini berubah jadi arena mewah di jalur strategis Pantura. Warga heran, kok bisa lokasi sebesar itu berdiri tanpa izin dan tak tersentuh hukum? Ada yang bilang ini karena backing dari seorang oknum pemerintahan desa setempat.

Yasin mengaku pesan-pesan teror yang ia terima sangat mengintimidasi. Salah satu isinya: “Kamu jangan otak-atik biliyard,” lalu disusul dengan, “Kalau kamu sentuh, kamu bakal tarung sama aku!” Pesan-pesan itu langsung ia screenshot dan dijadikan bukti laporan ke Polres Pemalang. “Saya ingin ini jadi efek jera, agar tidak ada lagi tekanan seperti ini kepada siapa pun,” tegasnya.

“Kasus ini tengah ditangani pihak kepolisian. Warga berharap hiburan ilegal yang meresahkan itu segera dibongkar, dan semua pihak yang terlibat—termasuk oknum Kasi Pemerintahan serta pejabat yang terlibat—bisa diadili. “Kami ingin keadilan, bukan diam demi kenyamanan,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.