JAKARTA BARAT, Revolusinews.com – Polsek Grogol Petamburan memastikan bahwa peristiwa pembacokan seorang pelajar berinisial A di Jalan Satria, kawasan Stasiun Grogol, Jakarta Barat, pada Kamis malam (7/5/2006)
Berdasarkan hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi dan korban, insiden yang sempat viral di media sosial tersebut murni merupakan aksi penyerangan antar kelompok pelajar, bukan aksi pembegalan
“Jadi kejadian ini ada konflik antara dua kelompok pelajar yang menyebabkan terjadinya penyerangan di Jalan Satria. Jadi kami di sini mau meluruskan itu bukan kejadian begal, ya. Jadi itu tadi, ada dua kelompok pelajar yang bertikai,” ungkap Reza di Mapolsek Grogol Petamburan, Rabu (13/5/2026).
Reza mengungkapkan, menurut keterangan korban dan saksi di lokasi, awalnya kelompok korban hanya berniat untuk sekadar berkumpul dan nongkrong di sekitar Terminal Grogol. Namun, tiba-tiba muncul sekelompok orang yang berniat melakukan penyerangan dengan membawa senjata tajam.
“Jadi pada saat mereka berkumpul, titik kumpul mereka di sana (Terminal Grogol), dilihat ada sekelompok orang yang mau menyerang. Akhirnya mereka lari, mereka kabur membubarkan diri tapi ada yang tetap dikejar sama kelompok ini. Akhirnya terjadilah penyerangan itu di depan Stasiun Grogol,” jelas Reza.
Terkait kepemilikan senjata tajam yang digunakan oleh para pelaku penyerangan, Reza menyebut pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut.
Sepeda Motor Ditemukan di Tambora
Terkait hilangnya sepeda motor Honda ADV milik korban yang sempat disangka dirampas oleh begal, polisi menyebut berhasil menemukannya di Tambora. Motor tersebut ditemukan tidak bertuan dan ditinggalkan begitu saja di dalam sebuah gang di wilayah Tambora, Jakarta Barat.
“Sementara yang kita dapat ini barang bukti motornya juga ini pada saat itu tidak dalam penguasaan si mungkin orang yang mengambil. Jadi kita temukan motornya juga ditinggalkan begitu saja di gang, dipinggirkan di daerah Tambora,” kata Reza.
Polisi pun telah melakukan penelusuran dengan bertanya kepada warga sekitar dan mengecek rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian maupun penemuan motor.
Namun, tidak ada satu pun warga atau rekaman yang menangkap momen siapa sosok yang membawa, hingga membuang atau meninggalkan motor tersebut.
“Ini yang masih kita dalami, jadi kita belum bisa memastikan apakah dari kelompok yang menyerang ini yang mengambil motornya ataupun ada orang lain. Karena CCTV di tempat kejadian pun tidak terlihat motor itu diambil sama kelompok ini. Pada saat itu di lokasi kejadian tidak ada CCTV yang memantau,” ucapnya.
Kini, sepeda motor tersebut sempat diamankan di Mapolsek Grogol Petamburan dan akhirnya dikembalikan kepada orang tua korban setelah menunjukkan surat-surat bukti kepemilikan.
Adapun, kondisi A yang menjadi korban pembacokan saat ini disebut telah berangsur pulih, tetapi masih harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Sumber Waras.
Terkait kelanjutan proses hukum, Reza mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam pertikaian ini telah memutuskan untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan.
“Kita juga sudah minta keterangan para saksi dan korban dan pihak-pihak yang terkait, mereka mengambil jalur damai untuk kejadian ini,” tuturnya.
Reza pun memberikan imbauan kepada masyarakat, terutama bagi para orang tua untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak mereka.
“Silakan disampaikan kepada anak-anaknya kalau memang sudah tidak ada kepentingan lagi di luar atau tidak ada kegiatan-kegiatan lain, lebih baik anak-anaknya di rumah saja, jangan nongkrong-nongkrong yang tidak bermanfaat dan malah berujung ke hal negatif,” tutup Reza.












