PEMALANG, Revolusinews.com – Warga Desa Pesucen, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, menyoroti proyek pembangunan drainase yang bersumber dari APBD Kabupaten Pemalang Tahun Anggaran 2025. Pasalnya proyek yang seharusnya menjadi solusi banjir ini justru menuai keluhan karena diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai spesifikasi teknis.
Dari pantauan tim media di lokasi pada Sabtu (8/11/2025) sekitar pukul 16.16 WIB, hampir seluruh konstruksi drainase menggunakan batu kali non-belah. Material tersebut dinilai tidak sesuai standar bangunan saluran air permanen.

Pembangunan Drainase UD-40 tapi kenyataannya dudukan kedalamannya tidak sesuai. Kondisi ini memicu kekhawatiran warga bahwa saluran tidak akan berfungsi optimal dan cepat rusak. Proyek senilai Rp152 juta itu tercantum dalam papan informasi sebagai Pekerjaan Pembangunan Drainase MD-40 sepanjang 200 meter, berlokasi di RT 01 dan RT 02 RW 01 Desa Pesucen.
Pekerjaan tersebut bersumber dari APBD Kabupaten Pemalang 2025 dengan pelaksana kegiatan tertulis atas nama PPKD Desa Pesucen. Namun, di lapangan diduga kuat pengerjaan dilakukan oleh pihak luar melalui mekanisme penunjukan langsung (PL).
Warga mengaku kecewa dengan hasil pekerjaan. Salah satunya WR, warga setempat, yang mengatakan kualitas proyek jauh dari harapan. Karena pekerjaannya asal-asalan, batu yang dipakai bukan batu belah sesuai standar. Kami khawatir nanti cepat rusak,” ujarnya kepada awak media.
Ketika wartawan mencoba mengonfirmasi pihak pelaksana, salah satu pekerja di lapangan enggan memberikan keterangan. Saat ditanya siapa mandor atau penanggung jawab proyek, ia menjawab singkat, “Nggak ke sini, Pak.”
Setelah didesak, pekerja itu menyebut nama Rio alias Satrio, serta mengatakan bahwa proyek digarap oleh seseorang bernama Pak Ust Udin, lalu segera meninggalkan lokasi.
Warga berharap dinas terkait segera turun tangan memeriksa proyek tersebut. Mereka menilai pekerjaan yang menggunakan dana publik harus dilakukan secara profesional dan sesuai dengan spesifikasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).











