KOTA SERANG,Revolusinews.com – Perusahaan pertenakan ayam petelur, PT Jaya Farm di Kelurahan Tingar, Kecamatan Curug, Kota Serang dan Desa Sukamenak Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang, diduga kembali memakan korban nyawa karyawan, yang kali ini nasib naas menimpa Jana Supendi, warga Sukabumi, Jawa Barat, pada Kamis, 11 September 2025 sekitar pukul 08:00 Wib.
Korban yang menjabat sebagai seorang manager di perusahaan tersebut, ditemukan tewas oleh rekan kerjanya, saat memperbaiki alat pemanas atau blower kandang ayam.
Dalam keterangannya, Ari, Salah satu security PT Jaya Farm, korban pertama kali ditemukan oleh karyawan lain sekitar pukul 8 lebih, dalam keadaan sudah tidak bernyawa.
“Pertama kali korban di temukan karyawan lain, dalam keadaan sudah tidak bernyawa, kuat dugaan akibat terkena aliran listrik karena korban sedang memperbaiki blower alat pemanas kandang ayam,” terang Ali.

Saat ini jasad korban sudah dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat.
“Jasad korban sudah dibawa pihak keluarga untuk dimakamkan dikampung halamannya di Sukabumi, Jawa Barat diantar dari pihak perusahaan.
Sementara, saat dikonfirmasi awak media, personil Polsek Curug, Kota Serang, Aipda Ikhsan, membenarkan kejadian tersebut.
“Kamis pagi kita mendapati laporan dan langsung ke lokasi kejadian, menurut informasi yang didapati korban ditemukan pertama kali oleh rekan kerjanya, dengan keadaan sudah tidak bernyawa. Hasil sementara korban meninggal di akibatkan oleh tersengat aliran listrik saat memperbaiki alat pemanas atau bowler kandang ayam tempat korban bekerja,” ungkapnya.
Lebih lanjut ia menegaskan, saat ini pihaknya tidak menangani perkara tersebut karena kejadiannya masuk ke wilayah hukum Polsek Cikeusal.
“Untuk tindak lanjut perkaranya, kemungkinan besar ditangani Polsek Cikeusal Polres Serang, sebab setelah dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lokasi kejadian berada di Kampung Padurung, Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, kata lain tidak masuk wilayah hukum kita,” pungkasnya.
Sementara itu Asri, salah satu staf di perusahaan PT Jaya Parm saat dikonfirmasi terkait kasus kematian Jana, lebih memeilih Bungkam !
Sampai berita ini dimuat pihak PT Jaya Parm masih belum bisa memberikan klarifikasi.
Reporter: Wahyu












