Pusdiklat Prawita Genppari Gelar Pelatihan Behavior Based Safety

oleh -1939 Dilihat
oleh
img 20230302 wa0002

DEPOK, Revolusinews.com – Pusdiklat Prawita Genppari menggelar pelatihan Behavior Based Safety (BBS) selama 2 hari untuk membekali seluruh peserta dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengimplementasikan SMK3 di tempat kerja, mampu memberikan rekomendasi tindakan perbaikan dan pencegahan untuk meningkatkan budaya K3 yang memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan tingkat kecelakaan dan peningkatan kinerja K3 perusahaan.

Kepada Media RNews yang diterima di Depok pada Rabu (1/2/2023), Ketua Umum DPP Prawita Genppari Dede Farhan Aulawi mengatakan, kegiatan tersebut mempromosikan perilaku aman di tempat kerja merupakan bagian penting dari Manajemen Keselamatan Kesehatan Kerja (SMK3), karena sistem yang K3 yang ada belum tentu dapat menjamin bahwa pelaksanaan program K3 berjalan sesuai harapan.

Lanjut menurutnya, hal ini dapat terlihat dari banyaknya perusahaan yang merasa sudah lama menjalankan program K3, namun angka kecelakaan kerja masih tinggi. Bahkan ada sebagian karyawan yang beranggapan bahwa K3 itu menghambat jalannya mata rantai produksi.

“Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa lebih dari 80% kecelakaan kerja disebabkan oleh faktor perilaku manusia (human factors). Pekerja adalah manusia yang cenderung mempunyai sifat ceroboh, lalai, sering mengambil jalan pintas (short-cut), tidak mematuhi standar prosedur operasi, dan lain – lain. Ini semua merupakan paradigma gunung es (Iceberg Paradigm) yang sering disebut sebagai perilaku tidak aman (unsafe behaviour),” ujar Dede.

Dede juga menjelaskan, perilaku aman dan tidak aman dari seorang pekerja tidak pernah dianalisa, bahkan tidak pernah dilaporkan sama sekali. Kalaupun ada sistem pelaporannya, akan cenderung mengarah pada suasana saling menyalahkan satu dengan yang lain (blame culture).

“Behavior Based Safety (BBS) adalah upaya pencegahan kecelakaan secara proaktif yang berfokus pada at Risk Behavior/perilaku berbahaya yang berpeluang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Oleh karenanya berbagai upaya untuk mengidentifikasi dan mengamati perilaku kerja yang tidak aman menjadi sangat penting agar bisa ditindaklanjuti untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja (zerro accident),” tutupnya.

Dalam pelatihan tersebut subjek pembahasannya yaitu;
– Pre Test
– Regulasi K3 di Indonesia
– Human error and accident causation
– Incident prevention and BBS
– ABC Model
– Perilaku dan Motivasi Kerja Selamat
– BBS Principle & BBS Process
– Membuat Critical Behavior Checklist
– Metode Pengamatan & Wawancara
– Situational Awareness
– Communication & Coaching Skill
– Peran Pimpinan Dalam Mengimplementasikan BBS
– Strategi implementasi BBS di tempat kerja
– Post Test

Informasi lebih lanjut terkait pelayihan ini dapat menghubungi :
– Bu Ines : 0813-2498-5928
– Bu Ria : 0813-9555-2289

No More Posts Available.

No more pages to load.