PEMALANG, Revolusinews.com – Suasana memanas terjadi saat Pejuang Walisongo Laskar Sabililah (PWI LS) Pemalang mengembalikan bantuan uang senilai Rp 21.647.000 yang diberikan oleh Bupati Pemalang, Anom Widiantoro hingga menarik perhatian publik yang terjadi di Pendopo Bupati Pemalang Jawa Tengah pada Senin (4/8/2025) sejak pukul 10.00 WIB.
Kedatangan rombongan PWI LS sempat mendapat penghadangan ketat. Pintu gerbang pendopo ditutup rapat, dijaga Satpol PP dan aparat penegak hukum. Suasana tegang terjadi karena rombongan tak kunjung diizinkan masuk, hanya di depan gerbang.
“Pagi ini kami datang ke Pendopo ingin bertemu Bupati Anom, karena hati kami merasa kecewa,” seru salah satu anggota PWI LS dalam pres riliesnya di luar pagar. Suara itu sontak menarik perhatian warga sekitar yang ikut menyaksikan aksi tersebut.

Dalam pres riliesnya yang makin panjang, mereka mengungkap alasan kekecewaan. “Kami swadaya patungan untuk biaya pasien korban pegundan berdarah. Tiba-tiba ada pembayaran dari Bupati tanpa komunikasi. Pokoke aku nang kene arep belekna duit karo Bupatine!” suara Andi Rustono dengan logat Jawa kental, menandakan kekesalannya.
Menurut Andi, pihaknya sudah menanggung biaya pasien dari kantong sendiri. Namun ada beberapa tagihan pasien yang belum sempat dibayar karena administrasi rumah sakit belum buka pagi itu. Anehnya, siang harinya tagihan itu sudah terbayar oleh pihak Bupati tanpa pemberitahuan. “Ini aneh dan lucu, tiba-tiba dibayar dan seolah cari simpati,” tambahnya.
Kejadian itu membuat PWI LS terkejut sekaligus geram. Mereka menolak bantuan tersebut karena merasa tidak butuh dan menganggap langkah Bupati itu dilakukan setelah kasus korban berdarah ramai diberitakan. “Giliran heboh, baru ikut campur. Kami tidak terima cara seperti ini,” tegas Andi.
Dalam pengembalian bantuan uang di depan pendopo, rombongan membawa uang disertai tiga buah kelapa muda – entah simbol apa yang ingin mereka sampaikan, namun jelas menarik perhatian orang-orang di lokasi.
Pantauan media di lokasi menunjukkan rombongan PWI LS awalnya hanya bisa berdiri di luar pagar. Uang yang hendak dikembalikan pun ditolak Satpol PP. Namun setelah perdebatan sengit, Kepala Dinas Satpol PP, Achmad Hidayat, akhirnya turun tangan.
Setelah negosiasi, diputuskan empat perwakilan PWI LS diperbolehkan masuk ke Pendopo untuk menyerahkan uang secara langsung. Rombongan yang terdiri dari 10 orang ini, termasuk Andi Rustono, Kiyai Ismail Husain dan rombongan lainnya dikawal ketat polisi hingga proses pengembalian uang selesai.










