SUKABUMI. Revolusinews.com – Forum RT dan RW se-Kota Sukabumi datangi gedung DPRD guna menagih janji politik walikota yang mana belum merealisasikan janji dana abadi Rp10 juta per RT.
Sebanyak 250 orang perwakilan dari RT dan RW se-Kota Sukabumi akhirnya masuk ke dalam ruangan untuk melakukan audiensi. Rabu (20/05-2026)
Ketua RW 07 Abdul Azis dalam Audiensi mengatakan, sejatinya kami membawa empat tuntutan utama, yaitu mempertahankan Program P2RW, memastikan insentif tepat waktu, mengevaluasi dana kelurahan dan merealisasikan janji dana abadi Rp10 juta per RT,” katanya
Namun di balik empat poin administratif itu, sesungguhnya ada satu tuntutan yang lebih besar: kejelasan sikap pemerintah terhadap janji politiknya sendiri.
Kita adalah orang-orang yang paling dekat dengan warga, paling sering diminta membantu program pemerintah, tetapi merasa paling akhir diperhatikan ketika berbicara soal kesejahteraan,” imbuhnya
Dalam suasana yang beberapa kali memanas, massa sempat meneriakkan tuntutan agar wali kota dievaluasi. Bahkan Abdul Azis mengingatkan bahwa aksi tersebut hanyalah percikan api kecil.
“Kami bukan musuh pemerintah. Kami ini membantu pemerintah setiap hari di lingkungan. Tapi jangan sampai kami hanya diingat saat ada kepentingan,” kesalnya
Ia juga menyoroti kondisi RT dan RW yang selama ini sering menjadi tempat pertama masyarakat mengadu berbagai persoalan, mulai dari bantuan sosial, administrasi warga, hingga persoalan lingkungan.
Kadang masyarakat tahunya semua urusan selesai di RT/RW. Tapi ketika kami bicara kesejahteraan atau janji yang dulu disampaikan, malah dianggap terlalu banyak menuntut,” ucapnya.
Abdul Azis mengaku tidak memiliki kepentingan politik pribadi. Ia menyebut apa yang dilakukan semata-mata bentuk kegelisahan sosial yang dirasakan para pengurus lingkungan.
“Kami hanya ingin pemerintah konsisten. Kalau memang tidak bisa, sampaikan terus terang kepada rakyat. Jangan sampai janji itu terus dipelihara tapi tidak ada kepastian,” katanya.
Sebab demokrasi lokal tidak hanya diukur dari kemenangan dalam pilkada. Demokrasi juga diukur dari keberanian menepati kata-kata setelah kemenangan itu diraih.
Lebih lanjut Aziz menegaskan, kalau setelah Idul Adha tidak ada jawaban, kami akan turun lebih besar. Ini bukan ancaman, tapi peringatan,” Pungkasnya










