INDRAMAYU, Revolusinews.com – 24 mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia benar-benar merasakan kerasnya kehidupan pekerja migas. Di bawah naungan Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI), mereka turun langsung ke area rig pengeboran di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) Indramayu, Jawa Barat, Minggu-Senin, 13-14 September 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari IATMI Talent Development Program (ITDP) Batch 1/2026 yang diikuti mahasiswa dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari teknik perminyakan, teknik kimia, teknik migas hingga geologi.
Melalui program ini, para mahasiswa diajak melihat secara lebih dekat bagaimana proses industri migas berlangsung, khususnya kegiatan di sektor hulu yang berkaitan dengan eksplorasi dan pengeboran. Pengalaman lapangan menjadi salah satu bagian yang paling menarik bagi peserta.
Mereka mengunjungi rig pengeboran yang berada di fasilitas IDTC dan mendapatkan penjelasan langsung dari para ahli yang profesional mengenai berbagai aktivitas serta peralatan yang digunakan dalam operasi pengeboran. Di tengah lingkungan rig, mahasiswa juga melihat bagaimana ilmu yang selama ini dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam kegiatan operasional.
Tak berhenti di sana, para peserta juga merasakan pengalaman tinggal di portacamp, fasilitas akomodasi yang lazim digunakan dalam kegiatan operasi pengeboran. Pengalaman tersebut memberikan gambaran kepada mahasiswa bahwa bekerja di industri migas bukan hanya mengenai kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan kedisiplinan, kerja sama tim, kepatuhan terhadap prosedur serta budaya keselamatan yang kuat.
Manager IDTC, Chair Roni, yang turut menjadi mentor dan pendamping mahasiswa saat melakukan kunjungan ke rig mengatakan, kunjungan ke rig juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa operasi pengeboran merupakan pekerjaan yang membutuhkan kompetensi sekaligus komitmen tinggi terhadap keselamatan.
“Ketika berada di rig, mereka bisa melihat bahwa setiap pekerjaan memiliki prosedur, setiap orang memiliki peran, dan keselamatan menjadi prioritas utama. Ini yang kami harapkan bisa mereka bawa ketika nantinya masuk ke dunia industri,” tutupnya.






