LEBAK,Revolusinews.com – Sejumlah pekerja proyek rehabilitasi ruas jalan Bayah–Batas Jabar diduga tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat bekerja di lapangan.
Pantauan warga pelintas ruas jalan tersebut di lokasi menyebutkan, beberapa pekerja terlihat beraktivitas tanpa mengenakan helm proyek, padahal alat tersebut merupakan bagian penting dari standar keselamatan kerja di bidang konstruksi jalan.16/10/2025
Salah seorang warga yang melintas di area proyek dan enggan disebutkan namanya menilai kondisi tersebut berisiko tinggi serta menunjukkan kurangnya pengawasan dari pihak pelaksana.
“Kami sering lihat mereka kerja tanpa helm. Kalau sampai terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab?” ujarnya, Jumat (16/10/2025).
Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun pengawas dari dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan kelalaian penggunaan APD tersebut.
Proyek rehabilitasi ruas jalan Bayah–Batas Jabar diketahui merupakan bagian dari peningkatan infrastruktur jalan provinsi untuk memperlancar akses antarwilayah di Banten Selatan.

Data proyek:
Nama pekerjaan: Rehabilitasi Ruas Jalan Bayah–Batas Jabar
Penyedia jasa: CV Putra Cemerlang Utama
Nomor kontrak: 600.1.8/132/SPK/RJ-BBJ/BBM/DPUPR/2025
Nilai kontrak: Rp 9.699.452.000,00 (sembilan miliar enam ratus sembilan puluh sembilan juta empat ratus lima puluh dua ribu rupiah)
Tanggal kontrak: 29 Juli 2025
Waktu pelaksanaan: 140 hari kalender
Metode pemilihan: E-Purchasing
Konsultan pengawas: PT Karya Pratama Konsulindo
Sumber dana: APBD T.A. 2025
Meskipun proyek ini bertujuan memperbaiki kualitas infrastruktur dan konektivitas wilayah, aspek keselamatan kerja seharusnya tetap menjadi prioritas utama bagi seluruh pihak yang terlibat.
Selain itu, kondisi ruas jalan yang belum sepenuhnya selesai juga tampak licin, sehingga dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas di area tersebut.(red)






