Grand Opening Aquatic Mewah Pemalang Diwarnai Hilangnya Tas Pengunjung

oleh -21 Dilihat
img 20260627 wa0044

PEMALANG, Revolusinews.com – Suasana meriah Grand Opening Aquatic Mewah Water Boom Petarukan, Kabupaten Pemalang, Sabtu (27/6/2026), mendadak menjadi sorotan setelah seorang pengunjung mengaku kehilangan tas berisi barang berharga di tengah ramainya acara peresmian.

Objek wisata baru yang berlokasi di Jl. Raya Tegalmlati, tidak jauh dari Kampus ITB Adias Pemalang, itu diresmikan dengan dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang Noor Faizah Maenofie bersama jajaran Muspika Petarukan. Ratusan warga tampak memadati area kolam renang untuk menikmati hari pertama operasional wahana tersebut.

Di balik kemeriahan acara, seorang pengunjung berinisial AL, warga Karangasem, mengaku kecewa setelah tas miliknya raib saat dirinya sedang mengawasi anak yang berenang di kolam. Di dalam tas tersebut terdapat telepon genggam, STNK sepeda motor, kartu ATM, dan uang tunai.

Petugas keamanan di lokasi membenarkan adanya laporan kehilangan tersebut. Menurutnya, korban masih berkoordinasi dengan pihak manajemen untuk mencari jalan keluar. “Korban masih di dalam bersama pihak pengelola, mudah-mudahan ada solusi,” ujarnya kepada awak media.

Saat ditanya mengenai keberadaan kamera pengawas, petugas keamanan menyebut area sekitar kolam belum dilengkapi CCTV. “Belum ada CCTV di sana, sehingga kami kesulitan mencari bukti maupun melacak pelakunya,” katanya.

Korban menceritakan tasnya semula diletakkan tidak jauh dari tempat dirinya berdiri. Namun ketika ia bergegas menghampiri anaknya di kolam, tas tersebut ditinggalkan sesaat. Saat kembali, tas beserta seluruh isinya sudah hilang sehingga membuatnya merasa kecewa.

Peristiwa ini memicu beragam tanggapan dari pengunjung. Sejumlah warga berharap pengelola segera meningkatkan sistem keamanan, termasuk pemasangan CCTV dan pengawasan di titik-titik rawan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang saat kawasan wisata dipadati pengunjung.

Sementara itu, Direktur Aquatic Mewah, Aditiya Rohmat, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan penggantian atas kerugian yang dialami korban. Menurutnya, karena objek wisata baru saja dibuka, kerugian tersebut belum menjadi tanggungan pihak pengelola. Meski demikian, komunikasi dengan korban masih terus dilakukan untuk mencari penyelesaian.

No More Posts Available.

No more pages to load.